OMED Cetak Laba Rp368 Miliar di 2025, Bidik Pertumbuhan Dua Digit Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) membukukan kinerja keuangan positif pada tahun buku 2025. Selain pertumbuhan penjualan, perseroan juga mampu membukukan pencapaian positif dari sisi profitabilitas. 

Merujuk siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Kamis (26/3/2026), OMED tercatat membukukan penjualan bersih Rp 2,06 triliun, meningkat 9,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp1,89 triliun pada tahun 2024.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat 15,0% yoy menjadi Rp717,5 miliar, dengan margin laba bruto membaik menjadi 34,8% dari sebelumnya 33,1%.


Baca Juga: Jayamas Medica (OMED) Optimistis Tatap 2026, Bidik Pertumbuhan Pendapatan hingga 15%

“Peningkatan margin ini mencerminkan efisiensi biaya produksi serta perbaikan bauran produk ke arah produk dengan margin yang lebih tinggi,” tulis Manajemen OMED dalam keterangannya. 

OMED membukukan laba usaha sebesar Rp 390,9 miliar, tumbuh 12,2% YoY, dengan margin usaha sebesar 18,9%, yang mencerminkan pengelolaan biaya yang stabil di tengah ekspansi usaha Perseroan.

Laba tahun berjalan meningkat 13,9% YoY menjadi Rp368,9 miliar dibandingkan Rp324,0 miliar pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba per saham (EPS) meningkat menjadi Rp13,57 dari Rp11,89.

 
OMED Chart by TradingView

Kinerja sepanjang tahun didukung oleh pertumbuhan pada sejumlah segmen usaha utama. Serta produk medis sekali pakai dan habis pakai sebagai kontributor terbesar memiliki porsi sekitar 48,8% dari total pendapatan, dengan pertumbuhan sebesar 9,4% yoy.

Kemudian segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 16,2% YoY, didorong oleh peningkatan volume penjualan dan peluncuran produk baru Isoplast.

Baca Juga: Jayamas Medica Industri (OMED) Incar Raih Pendapatan Rp 2 triliun di Akhir 2025

Selanjutnya ada segmen antiseptik dan dialisis yang tumbuh 9,6% YoY, didukung oleh kenaikan volume penjualan serta peluncuran produk baru. Sementara segmen bioteknologi dan laboratorium membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 30,1% YoY.

“Segmen diagnostik dan peralatan medis mengalami penyesuaian sebesar 6,9% YoY sejalan dengan dinamika permintaan pasar. Kinerja ini mencerminkan stabilitas model bisnis OMED yang didukung oleh portofolio produk yang terdiversifikasi serta jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia,” jelas Manajemen. 

Memasuki tahun 2026, OMED mempertahankan pandangan yang konstruktif terhadap prospek pertumbuhan industri alat kesehatan nasional meskipun dihadapkan pada tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan potensi tekanan harga energi.

OMED menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun pada tahun 2026 atau tumbuh di kisaran 10%–15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Jayamas Medica Industri (OMED) Raih Kinerja Moncer Hingga Kuartal III-2025,

Pada saat yang sama, perseroan juga membidik margin laba bruto berada pada kisaran awal 30% dan penjualan ekspor mencapai US$ 1,0 juta– US$ 1,5 juta. 

Untuk mencapai target tahun ini Manajemen menjalankan berbagai strategi, antara lain penguatan distribusi domestik, pengembangan produk dengan margin lebih tinggi, ekspansi pasar ekspor, serta peningkatan efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News