OMODA & JAECOO Bidik 4.000 SPK di GIIAS, Optimistis Penjualan Semester II Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. OMODA & JAECOO Indonesia membidik perolehan 4.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Target tersebut ditopang oleh pembukaan pemesanan OMODA O4 EV serta penjualan model J5 yang dinilai masih mencatatkan permintaan positif.

Head of Sales OMODA & JAECOO Indonesia Willy mengatakan, dari target tersebut sekitar 2.000 SPK diharapkan berasal dari OMODA O4 EV secara nasional selama periode GIIAS. Khusus di area pameran GIIAS BSD, perusahaan membidik sekitar 1.000 SPK untuk model terbaru tersebut.

"Target kita saat ini untuk OMODA O4 ini, kita targetkan 1.000 SPK di GIIAS sendiri. Tapi belum termasuk di luar kota, jadi kita berharap semoga bisa dapat 2.000 SPK selama periode GIIAS secara nasional," ujar Willy.


Baca Juga: Wuling Pasarkan Aira EV Mulai Rp 155 Juta, Sasar Segmen City Car Listrik

Secara keseluruhan, OMODA & JAECOO menargetkan 4.000 SPK sepanjang GIIAS 2026. Perusahaan optimistis target tersebut dapat dicapai seiring bertambahnya pilihan produk dan perluasan jaringan dealer.

"Untuk OMODA O4 iya 2.000, tapi secara keseluruhan mungkin kita targetkan 4.000 SPK di GIIAS ini. Strategi utamanya dari produk yang diminati market dan kita juga mulai mengembangkan outlet kita saat ini menargetkan ke 80 outlet di akhir tahun nanti," katanya.

Menurut Willy, perusahaan juga belajar dari tingginya minat konsumen terhadap JAECOO J5. Karena itu, proses pre-booking OMODA O4 EV akan dibuat lebih transparan sehingga setiap konsumen dapat memantau nomor antrean pemesanannya.

Calon pembeli dapat melakukan pre-booking melalui situs resmi OMODA & JAECOO dengan uang tanda jadi sebesar Rp 5 juta. Sistem tersebut memungkinkan konsumen mengetahui posisi antrean mereka, terutama untuk program khusus bagi 1.000 pemesan pertama.

Adapun harga resmi OMODA O4 EV belum diumumkan. Perusahaan baru akan mengungkap banderolnya pada peluncuran resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Namun, Willy memastikan harga OMODA O4 EV akan diposisikan di atas JAECOO J5 tanpa saling menggerus pasar.

"Yang pasti ini akan di atas dari J5 secara pricing dan tidak terlalu dekat dengan J5. Secara fitur dan spesifikasi juga berada di atas, sehingga keduanya tidak akan saling kanibal," ujarnya.

Perusahaan menargetkan pengiriman unit kepada konsumen mulai Oktober hingga November 2026. Seluruh unit OMODA O4 EV yang dipasarkan di Indonesia juga telah diproduksi secara lokal.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia Jim Ma mengatakan Indonesia dipilih sebagai negara pertama yang memperkenalkan OMODA O4 EV ke publik. 

Menurutnya, hal ini mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap prospek pasar otomotif Indonesia yang dinilai memiliki tingkat adopsi teknologi tinggi dan minat yang terus meningkat terhadap kendaraan listrik.

OMODA O4 EV dibekali baterai berkapasitas 67 kWh dengan jarak tempuh hingga 553 kilometer dalam sekali pengisian daya. 

Model ini juga mengusung Super AI Cockpit dan menjadi kendaraan pertama OMODA yang diposisikan sebagai "The First AI Car for Everyone". Selama GIIAS, perusahaan memberikan paket benefit senilai Rp 50 jutabagi 1.000 pemesan pertama.

Willy menilai prospek penjualan pada semester II 2026 masih positif. Menurutnya, meski sebagian konsumen masih bersikap wait and see, permintaan terhadap JAECOO J5 tetap terjaga berkat kombinasi produk dan harga yang kompetitif.

"Saat ini secara demand masih bisa maintain di angka yang positif. Selama produknya bagus dan pricing-nya sesuai, kami optimistis momentum penjualan di semester kedua masih bisa dijaga," katanya.

Selain memperluas portofolio produk, OMODA & JAECOO juga terus memperkuat jaringan penjualannya. Hingga saat ini perusahaan memiliki 41 dealer dan menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 80 outlet hingga akhir 2026 untuk menopang pertumbuhan penjualan nasional.

Baca Juga: Produksi Minyak Terancam Turun, Eksplorasi Migas Jadi Kunci Swasembada Energi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News