JAKARTA. Meski pasar ponsel di Indonesia masih menjanjikan, tidak semua vendor ponsel global yang bisa menembus pasar domestik. Apalagi pemerintah sudah memberlakukan regulasi takaran kandungan dalam negeri (TKDN) minimum 30% untuk smartphone 4G mulai 2017 nanti. Menurut informasi yang diterima Redaksi KONTAN, salah satu vendor asal China OnePlus dikabarkan sudah tidak lagi menjajakan ponsel di Indonesia mulai awal Juni 2016 lalu. Pertimbangan mereka lantaran tak mampu memenuhi kewajiban TKDN yang disyaratkan pemerintah. Hanya kata Samson Hong, Assistant General Manager OnePlus Indonesia, untuk sementara waktu, pihaknya memang tidak akan menambah varian produk ponsel anyar di pasar Indonesia. "Yang pasti kami tidak memasukkan OnePlus 3," kata Samson kepada KONTAN sambil menyebut produk anyar keluaran OnePlus yang beredar di pasar global.
OnePlus pilih angkat kaki dari Indonesia
JAKARTA. Meski pasar ponsel di Indonesia masih menjanjikan, tidak semua vendor ponsel global yang bisa menembus pasar domestik. Apalagi pemerintah sudah memberlakukan regulasi takaran kandungan dalam negeri (TKDN) minimum 30% untuk smartphone 4G mulai 2017 nanti. Menurut informasi yang diterima Redaksi KONTAN, salah satu vendor asal China OnePlus dikabarkan sudah tidak lagi menjajakan ponsel di Indonesia mulai awal Juni 2016 lalu. Pertimbangan mereka lantaran tak mampu memenuhi kewajiban TKDN yang disyaratkan pemerintah. Hanya kata Samson Hong, Assistant General Manager OnePlus Indonesia, untuk sementara waktu, pihaknya memang tidak akan menambah varian produk ponsel anyar di pasar Indonesia. "Yang pasti kami tidak memasukkan OnePlus 3," kata Samson kepada KONTAN sambil menyebut produk anyar keluaran OnePlus yang beredar di pasar global.