OPEC perpanjang pemangkasan pasokan minyak hingga Maret 2020 untuk mendongkrak harga



KONTAN.CO.ID - VIENNA. Negara-negara produsen minyak dunia yang tergabung dalam Organization Petroleum Exporting Countries (OPEC) sepakat untuk memperpanjang pemangkasan pasokan minyak dunia hingga Maret 2020 untuk menopang harga minyak mentah di tengah melemahnya ekonomi global dan melonjaknya produksi Amerika Serikat.

Mengutip Reuters Selasa (2/7), langkah ini kemungkinan akan membuat Presiden AS Donald Trump marah, karena sebelumnya Trump telah menuntut pemimpin OPEC yakni Arab Saudi untuk memasok minyak mentah lebih banyak dan membantu mengurangi harga di hulu jika Arab Saudi menginginkan dukungan militer AS dalam perselisihannya dengan Iran.

Benchmark minyak mentah Brent LCOc2 naik lebih dari 25% tahun ini setelah AS memperketat sanksi terhadap dua negara anggota OPEC yakni Venezuela dan Iran untuk memangkas ekspor minyak mereka.


OPEC dan sekutunya yang dipimpin Rusia telah mengurangi produksi minyak sejak tahun 2017 untuk mencegah penurunan harga di tengah melonjaknya produksi minyak AS yang telah melampaui Rusia dan Arab Saudi untuk menjadi produsen top dunia.

Kekhawatiran tentang melemahnya permintaan global akibat perang dagang AS-China menambah tantangan yang dihadapi oleh 14 negara anggota OPEC.

"Arab Saudi melakukan yang terbaik untuk mencapai harga minyak pada level US$ 70 per barel. Tapi mereka belum mencapai itu, bahkan dengan ekspor minyak Iran dan Venezuela turun. Dan alasannya adalah lemahnya permintaan dan pertumbuhan produksi AS," jelas Gary Ross dari Black Gold Investors seperti dikutip Reuters.

Pertemuan OPEC pada Senin (1/7) akan diikuti oleh pembicaraan Rusia dan sekutu lainnya yang tergabung dalam OPEC+ pada Selasa (2/7) hari ini.

Preesiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu lalu mengatakan telah setuju dengan Arab Saudi untuk memperpanjang pengurangan pasokan minyak global sebesar 1,2 juta barel per hari atau 1,2% dari permintaan dunia hingga Desember 2019 atau Maret 2020.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan, ekonomi global diproyeksi akan lebih positif setelah pertemuan para pemimpin negara G20 akhir pekan lalu.

"Ekonomi global pada paruh kedua tahun ini terlihat jauh lebih baik pada hari ini daripada seminggu yang lalu karena kesepakatan yang dicapai antara Presiden Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping dan gencatan senjata yang telah mereka capai dalam perdagangan dan dimulainya kembali negosiasi perdagangan yang serius," kata Falih.

Dia mengatakan Arab Saudi akan terus mengurangi pasokan ke pelanggan pada Juli. Dia juga mengatakan dia yakin output minyak AS akan memuncak.

"Alasan untuk memperpanjang kesepakatan dengan sembilan bulan, bukan enam bulan adalah untuk memastikan pasar bahwa kesepakatan akan tetap ada melalui periode permintaan yang melemah secara musiman pada kuartal I-2020," kata Amrita Sen, salah satu pendiri Energy Aspects.

OPEC akan kembali menggelar pertemuan berikutnya pada 5 Desember mendatang.

Editor: Herlina Kartika Dewi