OPEC suntik tenaga bagi harga minyak WTI



JAKARTA. Setelah cukup lama tertekan dalam, hari ini harga minyak mentah WTI berhasil kembali menyentuh level US$ 45 per barel. Pendukung utamanya datang dari suntikan upaya yang dilakukan OPEC untuk memangkas produksinya pada pertemuan akhir November 2016 nanti.

Mengutip Bloomberg, Rabu (16/11) pukul 14.58 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman Desember 2016 di New York Mercantile Exchange terangkat 0,31% di level US$ 45,95 per barel dibanding hari sebelumnya.

Terselip kabar bahwa Rusia merencanakan pertemuan dan konsultasi dengan para anggota OPEC di Doha pada tanggal 17 – 18 November 2016 mendatang. Memang sampai saat ini OPEC masih mengatakan ingin memangkas produksinya setelah Iran dan Irak ingin terus menggenjot hasil minyaknya.


Hanya saja menurut BP Plc Chief Executive Officer, Bob Dudley, harga minyak akan terus bergerak dalam rentang saat ini jika OPEC gagal memangkas produksinya. Selain itu, “Kita sudah melihat penurunan yang signifikan dari US$ 52 hingga US$ 43 per barel, tentunya wajar saja jika ada rebound harga terbatas pasca kejatuhan dalam,” jelas Michael McCarthy, Chief Market Strategist, CMC Markets seperti dikutip dari Bloomberg.

Suntikan tenaga lainnya bagi harga minyak mentah juga datang dari rencana Sekretaris OPEC, Mohammed Barkindo, bahwa pasca pertemuannya dengan Menteri Energi dan Industri Arab Saudi, Khalid Al-Falih di London, ia akan melakukan perjalanan ke negara-negara OPEC lainnya. Dalam rangkain tersebut, Barkindo akan mengunjungi Caracas, Quito dan Tehran.

Namun bukan berarti pergerakan harga minyak mentah WTI tanpa tekanan. Terbaru, American Petroleum Institute melaporkan, stok minyak AS bertambah 3,65 juta barel pekan lalu. Jika nantinya Energy Information Administration melaporkan hal yang senada, ini bisa jadi penjegal bagi harga minyak mentah.

Namun sampai saat ini diprediksi pertambahan stok minyak AS hanya sekitar 400.000 barel per hari atau turun tajam dari pertambahan pekan sebelumnya yang mencapai 2,4 juta barel per hari. Data tersebut baru akan rilis malam nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie