KONTAN.CO.ID - OPEC dan sekutunya diperkirakan akan kehilangan sebagian kekuatan dalam mengendalikan pasar minyak setelah Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari kelompok itu pada 1 Mei. Namun, aliansi produsen lainnya kemungkinan tetap solid dan terus berkoordinasi dalam kebijakan pasokan minyak, kata para delegasi OPEC+ dan analis pada Selasa (28/4/2026). Reuters melaporkan, UEA merupakan produsen terbesar keempat dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan pada Selasa menyatakan akan meninggalkan OPEC setelah hampir 60 tahun menjadi anggota. Keputusan ini membebaskan Abu Dhabi dari target produksi minyak yang selama ini ditetapkan OPEC dan sekutunya untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Lima sumber OPEC+ menyebut keluarnya UEA ini mengejutkan. Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak diizinkan berbicara kepada media.
OPEC+ Tak Bubar, Tapi Kekuatan Kartel Mulai Luntur Usai UEA Angkat Kaki
KONTAN.CO.ID - OPEC dan sekutunya diperkirakan akan kehilangan sebagian kekuatan dalam mengendalikan pasar minyak setelah Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari kelompok itu pada 1 Mei. Namun, aliansi produsen lainnya kemungkinan tetap solid dan terus berkoordinasi dalam kebijakan pasokan minyak, kata para delegasi OPEC+ dan analis pada Selasa (28/4/2026). Reuters melaporkan, UEA merupakan produsen terbesar keempat dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan pada Selasa menyatakan akan meninggalkan OPEC setelah hampir 60 tahun menjadi anggota. Keputusan ini membebaskan Abu Dhabi dari target produksi minyak yang selama ini ditetapkan OPEC dan sekutunya untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Lima sumber OPEC+ menyebut keluarnya UEA ini mengejutkan. Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak diizinkan berbicara kepada media.
TAG: