OpenAI dan Tata Group Menjalin Kerjasama Kembangkan AI di India



KONTAN.CO.ID - MUMBAI. OpenAI dan Tata Group menjalin kerjasama dalam pengembangan teknologi akal imitasi (AI) di India. Kedua perusahaan ini antara lain akan mengembangkan infrastruktur pusat data yang berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di negara tersebut.

Bloomberg melaporkan, OpenAI akan bekerjasama dengan Tata Group dan divisi layanan teknologinya, Tata Consultancy Services Ltd. (TCS), dalam upaya untuk mengintegrasikan AI di seluruh sistem operasional, baik bagi pelanggan maupun internal.

Salah satu pilar perjanjian tersebut adalah pengembangan pusat data 100 megawatt oleh TCS, yang dapat ditingkatkan hingga 1 gigawatt. Pembangunan pusat data 1 GW biasanya membutuhkan investasi berkisar US$ 35 miliar hingga US$ 50 miliar.


Baca Juga: Bill Gates Batalkan Pidato Kunci di India AI Impact Summit

OpenAI dan TCS juga akan bekerja sama untuk membangun apa yang dikenal sebagai solusi agen untuk industri tertentu. Layanan AI semacam ini mampu beroperasi secara otonom dalam keadaan tertentu, membatasi kebutuhan intervensi manusia.

TCS, pemain terkemuka dalam menyediakan layanan teknologi untuk pelanggan korporat, akan mengembangkan penawaran OpenAI-nya secara global. TCS juga akan bekerjasama untuk menyediakan pelatihan dan sumber daya AI bagi kaum muda India.

Di Tata Group, ribuan karyawan akan mendapatkan akses ke ChatGPT versi perusahaan.

Baca Juga: Konglomerat Wexner Akui Pernah Kunjungi Pulau Epstein, Bantah Tahu Kejahatan Seksual

CEO OpenAI Sam Altman, yang berada di India untuk menghadiri AI Summit, terlibat dalam proyek pembangunan besar-besaran pusat data di Amerika Serikat (AS) dan sekitarnya.

Altman berupaya meraih posisi terdepan dalam pengembangan AI, melawan para pesaing seperti Alphabet Inc. dan Anthropic PBC. OpenAI mengatakan menginvestasikan hingga US$ 500 miliar melalui proyek Stargate. Investasi tersebut bisa ditingkatkan menjadi US$ 1,4 triliun.

OpenAI hampir menyelesaikan fase pertama putaran pendanaan baru yang kemungkinan akan menghasilkan lebih dari US$ 100 miliar, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

Baca Juga: Oona Insurance Jalin Kerjasama dengan VFS Global untuk Layanan Asuransi Perjalanan

Ini akan menjadi kesepakatan pembiayaan yang memecahkan rekor. Pembiayaan ini akan memberikan modal tambahan kepada perusahaan rintisan tersebut untuk mengembangkan alat kecerdasan buatannya.

Selanjutnya: S&P Sebut Pemulihan Kepercayaan Investor Jadi Kunci Dukungan Kredit Indonesia

Menarik Dibaca: Kerja Fleksibel Bukan Sekadar Tren, Ini Dampaknya bagi Pekerja