OpenAI Galang Pendanaan Jumbo US$110 Miliar, Valuasi Berpotensi Tembus US$840 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. OpenAI mengumumkan pada Jumat bahwa perusahaan tengah menggalang pendanaan jumbo senilai US$110 miliar dalam putaran pendanaan besar yang berpotensi mendorong valuasi pembuat ChatGPT tersebut mencapai US$840 miliar. Kesepakatan ini mencerminkan derasnya arus investasi global dalam teknologi kecerdasan buatan (AI).

Putaran pendanaan tersebut mencakup investasi sebesar US$30 miliar dari SoftBank, US$30 miliar dari Nvidia, serta US$50 miliar dari Amazon. Pendanaan ini juga hadir menjelang rencana penawaran umum perdana saham (IPO) besar OpenAI yang diperkirakan berlangsung akhir tahun ini.

Langkah ini menegaskan persaingan ketat di antara raksasa teknologi dan investor global untuk menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI. Perusahaan AI tersebut diketahui tengah menggelontorkan belanja besar untuk pembangunan pusat data, sehingga kedekatan dengan OpenAI diyakini dapat memberikan keunggulan kompetitif dalam perlombaan teknologi AI.


Dalam kesepakatan tersebut, Amazon akan memulai investasi awal sebesar US$15 miliar, disusul tambahan US$35 miliar dalam beberapa bulan ke depan setelah sejumlah persyaratan terpenuhi.

Baca Juga: OpenAI Akan Jadikan London Sebagai Pusat Penelitian Terbesarnya di Luar AS

Selain pendanaan, OpenAI dan Amazon juga menyepakati kerja sama strategis di bidang infrastruktur komputasi. OpenAI akan memanfaatkan kapasitas komputasi sebesar 2 gigawatt yang ditenagai oleh chip Trainium milik Amazon.

Platform komputasi awan Amazon, Amazon Web Services (AWS), juga akan menjadi penyedia cloud pihak ketiga eksklusif untuk OpenAI Frontier — platform enterprise OpenAI yang digunakan untuk membangun, mengelola, dan mengimplementasikan agen AI.

Meski demikian, kemitraan ini tidak mengubah hubungan OpenAI dengan Microsoft. Layanan Microsoft Azure tetap menjadi penyedia cloud eksklusif untuk API OpenAI yang memberikan akses ke model-model AI milik perusahaan tersebut.

Baca Juga: OpenAI Pilih Tata Consultancy Services Bangun Proyek 100 Megawatt

Produk-produk utama OpenAI juga akan terus dihosting di Azure, sementara Microsoft tetap memegang lisensi eksklusif serta akses terhadap kekayaan intelektual di seluruh model dan produk OpenAI.

Belum diketahui secara pasti apakah investasi Nvidia sebesar US$30 miliar dalam putaran terbaru ini menggantikan komitmen sebelumnya yang diumumkan pada September, di mana Nvidia berencana menginvestasikan hingga US$100 miliar ke OpenAI.

Baik OpenAI maupun Nvidia belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi terkait hal tersebut.