KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Persaingan laboratorium kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat memanas setelah pemerintah AS mengambil langkah tegas terhadap Anthropic dan di saat bersamaan membuka jalan bagi OpenAI memperluas kiprahnya di sektor pertahanan. Pada 28 Februari, OpenAI mengumumkan bahwa kesepakatan yang diteken sehari sebelumnya dengan Pentagon untuk menggelar teknologinya di jaringan rahasia Departemen Pertahanan AS dilengkapi dengan pengamanan tambahan. Perusahaan menegaskan, kontrak tersebut memiliki pembatasan penggunaan (guardrails) yang lebih ketat dibanding perjanjian AI rahasia sebelumnya, termasuk yang pernah diteken Anthropic. Langkah ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada 27 Februari memerintahkan pemerintah menghentikan kerja sama dengan Anthropic. Pentagon bahkan menyatakan akan menetapkan perusahaan rintisan itu sebagai risiko rantai pasok—sebuah label yang berpotensi menghambat akses kontrak pemerintah dan menjadi pukulan besar bagi valuasi serta reputasinya.
OpenAI Kuasai Pertahanan AS, Kontrak Pentagon Ratusan Juta Dolar
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Persaingan laboratorium kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat memanas setelah pemerintah AS mengambil langkah tegas terhadap Anthropic dan di saat bersamaan membuka jalan bagi OpenAI memperluas kiprahnya di sektor pertahanan. Pada 28 Februari, OpenAI mengumumkan bahwa kesepakatan yang diteken sehari sebelumnya dengan Pentagon untuk menggelar teknologinya di jaringan rahasia Departemen Pertahanan AS dilengkapi dengan pengamanan tambahan. Perusahaan menegaskan, kontrak tersebut memiliki pembatasan penggunaan (guardrails) yang lebih ketat dibanding perjanjian AI rahasia sebelumnya, termasuk yang pernah diteken Anthropic. Langkah ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada 27 Februari memerintahkan pemerintah menghentikan kerja sama dengan Anthropic. Pentagon bahkan menyatakan akan menetapkan perusahaan rintisan itu sebagai risiko rantai pasok—sebuah label yang berpotensi menghambat akses kontrak pemerintah dan menjadi pukulan besar bagi valuasi serta reputasinya.
TAG: