Operasi Bongkar Muat Minyak Fujairah Kembali Berjalan Usai Serangan Drone



KONTAN.CO.ID - DUBAI. Proses bongkar muat minyak di emirat Fujairah, salah satu pusat bunkering dan terminal ekspor minyak utama, telah kembali berjalan setelah terjadi serangan drone dan kebakaran pada Sabtu lalu, kata empat sumber kepada Reuters. Namun, belum jelas apakah operasional telah sepenuhnya normal.

Konflik antara AS dan Iran telah memangkas produksi minyak di Timur Tengah lebih dari 7 juta barel per hari, setara 7% dari pasokan global. Gangguan di Fujairah bisa memaksa produsen minyak terbesar ketiga OPEC untuk menurunkan produksi lebih lanjut, setelah sebelumnya memangkas output di ladang lepas pantainya.

Baca Juga: Oscar 2026 Dimulai, Keamanan Diperketat karena Ancaman Iran


Fujairah, yang berada di luar Selat Hormuz, mengekspor rata-rata lebih dari 1,7 juta barel minyak mentah dan bahan bakar olahan per hari tahun lalu, menurut data Kpler. Jumlah ini setara sekitar 1,7% dari permintaan minyak dunia setiap hari. Selain itu, Fujairah memiliki kapasitas penyimpanan komersial terbesar di Timur Tengah untuk produk olahan.

Ancaman serangan baru dari Iran muncul setelah serangan AS terhadap fasilitasnya di Pulau Kharg. Media Iran melaporkan, pemerintah setempat memperingatkan warga untuk meninggalkan wilayah sekitar Pelabuhan Jebel Ali, Pelabuhan Khalifa, serta Fujairah.

Perusahaan minyak negara Abu Dhabi, ADNOC, yang mengoperasikan fasilitas di emirat tersebut, belum memberikan komentar. Pada Selasa, ADNOC menutup kilang minyaknya di Ruwais. Sebelumnya, Bloomberg News melaporkan bahwa operasi muat minyak di Fujairah telah dimulai kembali.

TAG: