Operasi pasar, pemerintah jual beras Rp 8.100



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kucurkan beras operasi pasar di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Beras yang digunakan untuk menekan harga beras medium tersebut dijual seharga Rp 8.100 per kilogram (kg). "Nantinya beras operasi pasar dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) akan dijual seharga Rp 8.100 per kg di konsumen," ujar Arief Prasetyo, Direktur Utama (Dirut) PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ), Selasa (10/10). Arief bilang hari ini beras yang masuk sebanyak 200 ton. Namun, akan diminta lagi 4.300 ton untuk minggu ini. Jumlah tersebut berdasarkan permintaan FSTJ sebelumnya berjumlah 75.000 ton. Angka tersebut digunakan hingga Maret 2018. Arief bilang apabila panen lebih awal maka operasi pasar diberhentikan karena harga akan turun. Namun, untuk saat ini operasi pasar dinilai merupakan jalan yang harus dilakukan untuk menjaga harga beras. Nantinya beras operasi pasar akan diminta setiap minggu. Bersamaan dengan itu akan dilakukan pengecekan harga beras medium. Arief bilang target harga beras medium di bawah Rp 9.000 per kg. Akibat penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras membuat penjual melakukan shifting dari beras medium ke premium. Hal tersebut dikarenakan harga beras medium mendekati harga beras premium. Beras medium di PIBC berjumlah 15% hingga 20% dari total stok beras sebesar 54.194 ton. "Saat ini orang prefer ke beras premium," terang Arief. Penjualan beras medium di konsumen seharga Rp 8.100 per kg dinilai masih menguntungkan bagi pedagang. Zulkifly Rasyad, Ketua Koperasi Pedagang Beras PIBC, pedagang masih mendapatkan keuntungan. "Harga Rp 7.400 per kg hingga Rp 7.500 per kg masih masuk dijual Rp 8.100 per kg," jelas Zulkifly. Zulkifly bilang beras medium diminati oleh kelas menengah ke bawah. Penjualannya mendominasi sebesar 70%. Kondisi kekurangan beras medium tidak hanya terjadi di DKI Jakarta. Berdasarkan penjelasan Zulkifly, kelangkaan beras medium telah terjadi di Indonesia selama sebulan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dessy Rosalina