Operator Burger King di Indonesia dan India Pangkas Rugi, Pendapatan Tumbuh 20%



KONTAN.CO.ID - Operator restoran cepat saji Burger King di India dan Indonesia, Restaurant Brands Asia, berhasil mempersempit kerugian pada kuartal II tahun fiskal berjalan. Perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan permintaan konsumen dan ekspansi gerai.

Mengutip Reuters, Kamis (29/10/2026), Restaurant Brands Asia membukukan rugi bersih konsolidasi sebesar 195,8 juta rupee India atau sekitar US$ 2,05 juta.

Baca Juga: MLS Cetak Rekor 1.553 Gol dalam Semusim, Messi Jadi Pemain Paling Subur


Angka tersebut menyusut dibandingkan kerugian sebesar 586 juta rupee pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, secara standalone, perusahaan mencatatkan laba sebesar 155,9 juta rupee. Pencapaian ini sekaligus menjadi kali pertama perusahaan membukukan laba pada basis tersebut.

Dari sisi pendapatan, Restaurant Brands Asia mencatatkan pertumbuhan sekitar 20% menjadi 8,45 miliar rupee.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspansi jaringan gerai perusahaan yang meningkat menjadi 769 gerai, dibandingkan 694 gerai pada periode yang sama tahun lalu.

Di pasar India, penjualan gerai yang telah beroperasi minimal satu tahun atau same-store sales growth (SSSG) Burger King tumbuh 14% pada kuartal tersebut.

Baca Juga: Karhutla Indonesia Rugikan Malaysia Rp35,8 Triliun, Picu 1.700 Kematian Dini

Perbaikan kinerja ini berlangsung di tengah ekspektasi peningkatan permintaan terhadap restoran cepat saji.

Sejumlah perusahaan di industri tersebut mengandalkan berbagai strategi untuk mendorong pertumbuhan, termasuk menawarkan produk dengan harga yang lebih terjangkau.

Restaurant Brands Asia merupakan operator jaringan restoran Burger King di India dan Indonesia. Ekspansi gerai dan peningkatan permintaan konsumen menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis perusahaan.