Operator Pizza Hut bidik dana IPO Rp 816 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarimelati Kencana akan melakukan penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO). Operator makanan cepat saji Pizza Hut ini bakal melepas maksimal 604,37 juta saham baru atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

"Harga pelaksanaan di kisaran Rp 1.100 hingga Rp 1.350," ujar Primonanto Budi Atmojo, Director Head of Investment Banking Mandiri Sekuritas, Senin (23/4). Alhasil, dana yang dibidik dari IPO mencapai Rp 664,8 miliar hingga Rp 815,9 miliar.

Harga tersebut mencerminkan price to earning ratio (PER) sebesar 21 kali hingga 26 kali. Nantinya, sekitar 65% hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal, di antaranya untuk menambah jumlah gerai baru dan melakukan renovasi gerai Pizza Hut.


Lalu, sebesar 35% dana IPO akan digunakan untuk membayar sebagian fasilitas pinjaman bank atau lembaga keuangan.

Sarimelati juga berencana memperluas jaringan gerai di beberapa kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan, dan Indonesia Timur.

Budi Setiawan, Direktur Sarimelati Kencana mengatakan, hingga akhir tahun 2018, perusahaan ini akan membuka 60 gerai hingga 65 gerai Pizza Hut. Sepanjang tahun ini, total gerai baru yang telah dibuka 15 gerai.

Hingga akhir 2017, Sarimelati telah mengoperasikan 237 gerai Pizza Hut Restaurant dan 156 gerai Pizza Hut Delivery yang tersebar di 76 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Untuk membangun satu gerai, anak usaha Grup Sriboga itu membutuhkan dana investasi Rp 3 miliar–Rp 8 miliar.

Saat ini, Sarimelati ingin memperbesar penjualan di luar Pulau Jawa. Pasalnya, jumlah gerai di Jawa sudah lebih banyak ketimbang di luar Jawa. "Kami ingin fokus ke kota-kota di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan di Pulau Bali," ujar Budi.

Dalam aksi korporasi ini, Sarimelati menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi efek. Mereka adalah CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, CSLA Sekuritas, serta  Mandiri Sekuritas.

Masa bookbuilding IPO akan dilakukan mulai 23 April 2018 hingga 3 Mei 2018. Sementara itu, pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa berlangsung pada 23 Mei 2018 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati