KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain ketersediaan cadangan, pengembangan gas nasional juga bergantung pada kesiapan infrastruktur, kepastian pasar hingga keekonomian proyek. Praktisi migas Benny Lubiantara mengatakan, pengembangan gas domestik perlu didukung ekosistem yang mampu memberikan kepastian keekonomian bagi produsen maupun investor.
Menurut dia, keberadaan sumber daya dan cadangan gas belum cukup untuk mendorong investasi apabila tidak diikuti infrastruktur dan pasar yang mampu menyerap produksi. “Driver-nya adalah ketersediaan infrastruktur dan market yang pada akhirnya akan menentukan keekonomian proyek,” ujar Benny dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: RUU Migas Masuk Tahap Akhir, SKK Migas Diganti Badan Usaha Khusus di Bawah Presiden Benny menilai, kondisi tersebut juga membuat kedekatan lokasi eksplorasi dengan infrastruktur menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan proyek gas. Strategi Infrastructure-Led Exploration dinilai dapat mempercepat monetisasi temuan gas dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia. Tantangan akan semakin besar ketika eksplorasi diarahkan ke wilayah yang belum banyak dieksplorasi. Selain membutuhkan investasi lebih besar, wilayah tersebut juga memiliki risiko yang lebih tinggi. Karena itu, Benny mendorong adanya terobosan fiskal dan kebijakan untuk meningkatkan keekonomian proyek, khususnya di wilayah
unexplored basins. “Fiskal memang bukan satu-satunya faktor. Kemudahan berusaha, kepastian regulasi, ketersediaan infrastruktur, dan prospek pasar juga sangat menentukan keputusan investasi,” katanya. Di sisi lain, kebijakan harga gas perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen. Harga gas yang kompetitif dibutuhkan industri pengguna, namun harga tersebut tetap harus memberikan tingkat keekonomian yang memadai agar investasi pengembangan lapangan baru tetap menarik.
Baca Juga: Prospek Migas Cerah, WINS Bidik Lonjakan Permintaan Kapal Offshore hingga 2027 Praktisi migas sekaligus mantan Sekjen Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo menambahkan, persoalan infrastruktur menjadi salah satu kunci dalam memperluas pemanfaatan gas domestik. Menurut Hadi, infrastruktur harus mampu menghubungkan sumber produksi dengan pusat permintaan secara ekonomis dan andal. Pembangunannya pun tidak bisa dilakukan secara terpisah tanpa mempertimbangkan pasokan dan kebutuhan pengguna. “Jaringan pipa tetap menjadi tulang punggung distribusi gas, tetapi untuk wilayah yang secara geografis maupun keekonomian belum memungkinkan dibangun jaringan pipa, CNG, mini LNG, LNG dan fasilitas regasifikasi dapat menjadi alternatif,” jelas Hadi. Namun, pembangunan infrastruktur gas juga membutuhkan kepastian pasar. Kepastian pembeli, volume penyerapan, formula harga serta kontrak jangka panjang menjadi faktor penting untuk menentukan kelayakan investasi. Hadi mengatakan, gas yang telah ditemukan dan diproduksi tetap perlu dipastikan dapat dimonetisasi dengan biaya yang kompetitif. “Gas tidak cukup hanya ditemukan dan diproduksi. Gas harus dapat dimonetisasi dan sampai kepada pengguna dengan biaya yang kompetitif,” ujarnya. Menurut dia, penguatan pemanfaatan gas domestik perlu didorong dari sisi hilir, terutama melalui pengembangan infrastruktur dan peningkatan penggunaan gas oleh industri. Dengan integrasi antara pasokan, infrastruktur dan pasar, Hadi berharap porsi gas yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik semakin besar. Ia bahkan memperkirakan 80%-90% potensi gas yang secara teknis dan ekonomis memungkinkan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Baca Juga: Dirjen Migas Sebut CNG Bakal Diujicoba di Kantin Lemigas, Tabung Sudah Tiba Persoalan tersebut menjadi salah satu agenda yang akan dibahas dalam Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK) 2026. Forum ini akan mempertemukan pemerintah, pelaku usaha hulu, penyedia infrastruktur, pembeli gas dan pengguna akhir.
Pembahasan akan mencakup integrasi sumber pasokan dengan pusat permintaan, termasuk optimalisasi jaringan pipa serta pemanfaatan LNG, fasilitas regasifikasi, penyimpanan dan distribusi LNG skala kecil. Di tengah kebutuhan meningkatkan pemanfaatan gas domestik, pemerintah dan pelaku usaha tetap perlu memperhatikan keekonomian proyek, kepastian alokasi, struktur harga dan kepastian kontrak. Keseimbangan tersebut menjadi penting agar peningkatan serapan domestik tidak mengurangi minat investasi untuk eksplorasi dan pengembangan lapangan gas baru. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News