KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) teken Nota Kesepahaman (MoU) dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI), Selasa, (18/3). MoU ini diteken Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI Amam Sukriyanto dan Sekjen HKI Priyo Budianto, dan disaksikan Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza. Faisol mengatakan bahwa kawasan industri bukan sekadar lokasi industri, tetapi juga sebagai pusat ekosistem industrialisasi yang mendorong produktivitas nasional. Kata dia, pada tahun 2024 sektor industri pengolahan non minyak dan gas (migas) masih menjadi penyumbang produk domestik bruto (PDB) nasional terbesar, yakni 17,16% dengan tingkat pertumbuhan sebesar 4,75% secara tahunan (yoy).
Baca Juga: Tekanan Beban Pencadangan BRI Mulai Mengendur di Februari 2025 Sektor ini juga menyumbang penerimaan pajak terbesar hingga mencapai angka 25,84%. Menurut Faisol, kinerja sektor industri pengolahan non migas akan tetap tulang punggung perekonomian Indonesia. “Pencapaian ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan non migas tetap memiliki peran vital dalam perekonomian kita, yaitu sebagai sektor utama pencipta nilai tambah dan lapangan pekerjaan,” ujar Faisol. Di kesempatan yang sama, Amam menegaskan dari sisi perbankan, BRI siap mendukung pertumbuhan industri manufaktur dengan layanan dan produk unggulan yang mendukung ekosistem bisnis kawasan industri. Baca Juga: KPR Renovasi BRI Tawarkan Pembiayaan Mudah dan Cepat Ia juga optimis pertumbuhan industri manufaktur akan meningkat. "Dengan sinergi bersama HKI, kami optimistis dapat mengoptimalkan pertumbuhan bisnis kawasan industri di seluruh Indonesia melalui layanan perbankan yang komprehensif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3). Dengan demikian, kolaborasi ini dinilai dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung ekosistem industri yang lebih berdaya saing. BRI pun berkomitmen untuk terus mendorong pembiayaan berkelanjutan, termasuk skema khusus bagi kawasan industri berwawasan lingkungan agar investasi di sektor ini semakin berkembang.