Optimalkan penyaluran kredit, BTN berencana rights issue awal 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tengah menyiapkan strategi mempertebal modal. Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menyatakan salah satu upayanya dengan melakukan rights issue pada awal 2022. 

“Lantaran kami sangat membutuhkan penambahan modal untuk mengoptimalkan kapasitas penyaluran kredit. CAR (capital adequacy ratio)  BTN tercatat 17,6% masih lebih rendah dari Industri yang capai 24% per Maret 202,” ujar  Haru dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI, Kamis (17/6). 

Haru bilang permodalan BTN masih ditopang oleh modal tier-2. Bahkan tier-1 lebih rendah lagi 12%. Ia menyatakan penambahan modal itu akan meningkatkan kapasitas penyaluran kredit BTN. 


Baca Juga: BTN telah salurkan subsidi bunga program PEN ke jutaan debitur

Haru menyatakan posisi CAR tersebut lantaran pada tahun-tahun sebelumnya, BTN telah melakukan ekspansi yang cukup masif. Kendati demikian, CAR persero masih berada di atas ketentuan regulator. 

BTN berhasil menyalurkan pertumbuhan kredit 3,2% yoy menjadi Rp 261 triliun di saat industri masih terkontraksi 3,8% yoy per Maret 2021. 

Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BTN tumbuh 33% menjadi Rp 295 triliun guna mendukung kebutuhan likuiditas.

Selanjutnya: Hingga bulan April, BTN catatkan pertumbuhan DPK setinggi 41%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi