Optimisme Kesepakatan AS-Iran, Harga Minyak Mentah Turun di Bawah US$ 80 per Barel



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah global terpantau telah turun di bawah US$ 80 per barel seiring dengan optimisme kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Trading Economics, Rabu (17/6/2026), pukul 10.31 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 75,77 per barel, turun 15,85% dalam sepekan. 

Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwy Assegaf mengatakan, harga minyak melanjutkan penurunan setelah pasar semakin optimistis bahwa Selat Hormuz akan kembali beroperasi penuh.


Baca Juga: Harga Minyak WTI Turun 8,78% Sepekan, Pasar Sambut Positif Gencatan Senjata AS-Iran

Jalur pelayaran strategis tersebut diperkirakan dibuka sepenuhnya setelah perwakilan Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum of understanding (MoU) di Swiss pada Jumat mendatang.

“Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz saat ini telah mulai dibuka secara bertahap.

Menurut Trump, kapal-kapal sudah mulai beroperasi dan pembukaan penuh diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini,” ujar Alwy dalam risetnya pada Rabu (17/6/2026). 

Trump juga mengungkapkan bahwa dokumen MoU akan dipublikasikan pada Jumat dan akan menjadi dasar untuk tahap negosiasi berikutnya selama 60 hari.

Ia menilai kesepakatan tersebut sangat penting untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir serta mempercepat normalisasi hubungan ekonomi kedua negara.

Baca Juga: Pasar Menanti Pembicaraan Nuklir AS-Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Meski demikian, rincian lengkap kesepakatan masih terbatas. Media pemerintah Iran menyebut pembahasan mengenai komitmen nuklir masih berada pada tahap umum dan belum memasuki negosiasi teknis yang lebih rinci.

Sementara, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan bahwa salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah kerja sama antara Amerika Serikat, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan Iran untuk menghancurkan cadangan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran.

Research and Development ICDX, Taufan Dimas Hareva memproyeksikan harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 78 per barel dan support terdekat di level US$ 73 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News