Optimisme negosiasi Brexit dorong sterling



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ditopang data Inggris yang menjanjikan, mata uang poundsterling berpotensi bakal mengungguli mata uang Zona Euro. Apalagi, hasil negosiasi terakhir Brexit memberikan sentimen bullish pada kurs Britania Raya ini.

Mengutip pergerakan di pasar spot untuk pasangan EUR/GBP Selasa (12/12) pukul 16.27 WIB, pasangan ini berada di 0,8833, alias naik 0,12% dari penutupan sebelumnya. Adapun dalam sepekan, pasangan ini relatif mendaki 0,41%.

Perdana Menteri Inggris Theresa May telah mengkonfirmasi biaya cerai Inggris dengan Uni Eropa berada dalam rentang £ 35 miliar-£ 39 miliar. May memberi angka tersebut dengan syarat perjanjian perdagangan antara negara tersebut harus ditegakkan.


Analis PT Monex Investindo Futures Faisyal melihat, pernyataan May menjadi sentimen positif untuk pergerakan sterling. "Walau belum disetujui oleh EU, tapi yang jelas tetap dipandang optimis untuk Inggris," kata Faisyal kepada Kontan.co.id, Selasa (12/12).

Walau Brexit tetap akan terjadi, kota London masih dianggap sebagai sentra finansial yang kuat dan tetap menjadi kota yang dituju untuk bisnis, ekonomi dan perbankan Eropa. Faisyal meyakini, dengan demikian tahap negosiasi Brexit berikutnya akan berlanjut lebih lancar bagi Inggris.

Adapun Faisyal juga melihat pergerakan pasangan ini sedang cenderung landai lantaran menanti realisasi data Inggris yang cukup menjanjikan. "Inflasi inti tahunan Inggris dipertahankan di 3%, artinya pemerintah masih stabil dan bila data lebih bagus bisa memperkuat outlook kenaikan suku bunga Inggris tahun depan," jelas Faisyal.

Minimnya data maupun pergerakan politik dari Zona Euro menyebabkan mata uang 19 negara ini landai di hadapan sterling. Adapun agenda terdekat adalah pidato Gubernur ECB Mario Draghi, Rabu (13/12) pada agenda Konser Penutupan Hari Kebudayaan Eropa di Frankfurt.

Untuk perdagangan Rabu (13/12), Faisyal merekomendasikan buy on dips EUR/GBP dengan support 0,8810-0,8800 dan resistance 0,8840-0,8850.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati