Optimisme Pebisnis Jasa Australia Capai Level Tertinggi Enam Bulan, PMI Jasa Melesat



KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Prospek sektor jasa Australia menunjukkan perbaikan. Perusahaan jasa melaporkan memiliki pipeline bisnis baru yang cukup baik.

Ini tercakup dalam hasil survei Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor jasa Australia periode Agustus, yang dipublikasikan S&P Global, Kamis (3/9/2026). Kondisi tersebut, ditambah strategi pemasaran baru, rencana ekspansi bisnis, serta harapan terhadap kondisi pasar yang stabil, mendorong optimisme bahwa aktivitas bisnis akan meningkat dalam 12 bulan mendatang.

Kepercayaan bisnis meningkat ke level tertinggi dalam enam bulan. Level saat ini hanya sedikit berada di bawah tingkat yang tercatat sebelum pecahnya perang di Timur Tengah.


Andrew Harker, Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence, mengatakan, pertumbuhan sektor jasa Australia tetap terjaga pada Agustus. " Meningkatnya kepercayaan pelaku usaha serta laporan mengenai prospek pekerjaan baru yang kuat mengisyaratkan percepatan pertumbuhan di bulan-bulan mendatang," sebut Harker, dalam rilis pers, Rabu (3/9/2026).

Artinya, pertumbuhan sektor jasa Australia tetap bertahan pada Agustus. Meskipun ekspansi terbaru dalam aktivitas bisnis dan pesanan baru solid tetapi tidak spektakuler, peningkatan kepercayaan bisnis dan laporan mengenai kuatnya pipeline pekerjaan baru mengindikasikan pertumbuhan dapat membaik dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Bursa Australia Menguat Tipis Kamis (3/9), Saham Emas Jadi Penopang

Aktivitas sektor jasa Australia memang masih mencatat ekspansi pada Agustus 2026. Pertumbuhan pesanan baru bertahan selama dua bulan berturut-turut, sementara kepercayaan bisnis meningkat ke level tertinggi dalam enam bulan.

PMI jasa yang telah disesuaikan secara musiman berada di level 53,2 pada Agustus, sedikit turun dari 53,6 pada Juli. Kendati melemah tipis, indeks tersebut masih menunjukkan ekspansi aktivitas bisnis yang solid di sektor jasa. Aktivitas sektor jasa Australia kini telah meningkat selama tiga bulan berturut-turut.

Dari lima kategori utama yang disurvei, empat kategori mencatat kenaikan aktivitas pada Agustus. Satu-satunya pengecualian adalah sektor informasi dan komunikasi.

Sektor transportasi dan pergudangan mencatat ekspansi paling tajam. Sektor tersebut kembali tumbuh untuk pertama kalinya sejak Februari, seiring perusahaan yang disurvei melaporkan peningkatan kemampuan dalam memperoleh bisnis baru.

Pertumbuhan pesanan baru juga berlanjut. Pesanan baru meningkat untuk bulan kedua berturut-turut, dengan laju moderat yang secara umum sejalan dengan pertumbuhan pada Juli.

Baca Juga: Ekonomi Australia Melambat pada Kuartal II 2026, Namun Masih di Atas Ekspektasi

Kenaikan bisnis baru secara keseluruhan terjadi meskipun pesanan ekspor baru kembali turun. Penurunan tersebut merupakan yang keempat secara berturut-turut, meski tingkat kontraksinya menjadi yang paling ringan dalam rangkaian penurunan tersebut.

Responden mengaitkan pelemahan bisnis baru dari luar negeri antara lain dengan tingginya biaya bahan bakar dan lebih rendahnya jumlah wisatawan.

Namun, tekanan biaya masih menjadi tantangan bagi sektor jasa. Penyedia jasa terus menghadapi kenaikan tajam biaya input, terutama yang berkaitan dengan bahan bakar dan upah.

Menurut Harker, tekanan tersebut berpotensi membatasi laju ekspansi sektor jasa ke depan. Kendati demikian, berdasarkan hubungan antara PMI dan data resmi, kuartal III diperkirakan memberikan hasil yang cukup baik bagi produk domestik bruto (PDB) Australia.