KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri cat dekoratif masih optimistis terhadap prospek bisnis pada 2026, seiring proyeksi pertumbuhan pasar yang solid dan strategi ekspansi yang terus dijalankan produsen. Pasar cat dekoratif nasional diperkirakan tetap tumbuh di kisaran 6%–7%. PT ICI Paints Indonesia atau AkzoNobel, pemegang merek Dulux, memproyeksikan pertumbuhan pasar dekoratif sekitar 6%-7%, didorong oleh aktivitas di berbagai segmen proyek. “Rata-rata proyeknya yang paling diprediksikan tahun ini adalah untuk retail, industrial, juga residensial,” ujar Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia Niluh Putu Ayu Setiawati, Senin (26/1/2026).
Untuk menjaga kinerja penjualan, Dulux mengandalkan penguatan merek dan edukasi pasar. Strategi ini dilakukan lewat peluncuran Dulux Colours of the Year 2026 “Rhythm of Blues”, yang menyasar pihak-pihak yang berperan dalam pengambilan keputusan pemilihan cat, mulai dari arsitek, aplikator, hingga pemilik rumah. Edukasi juga diarahkan langsung ke konsumen ritel.
Baca Juga: Dulux Optimistis Pasar Cat Dekoratif Tumbuh hingga 7% Tahun 2026 Dari sisi produk, Dulux menempatkan keberlanjutan sebagai fokus inovasi. Seluruh produk dekoratif dikembangkan berbasis air (water-based) dan dilengkapi teknologi penurun panas serta fitur
chip-cooluntuk mendukung kenyamanan bangunan dengan emisi karbon yang lebih rendah. Sementara itu, produsen cat lokal PT Avia Avian Tbk (AVIA) juga melihat peluang pertumbuhan dengan menyiapkan ekspansi pasar pada 2026. Head of Investor Relations AVIA Andreas Timothy menjelaskan, perseroan akan memperluas bisnis di segmen B2B proyek dengan menyasar area yang sebelumnya belum digarap secara optimal. Segmen yang dibidik antara lain kontraktor, desainer interior, konsultan arsitektur, korporasi, hingga sektor pertambangan minyak dan gas, perkebunan, serta proyek pemerintah. Diversifikasi ini juga mencakup sektor makanan dan minuman, perbankan, horeca, serta jaringan minimarket. “Pendekatan yang semakin terdiversifikasi ini memperkuat posisi Avian Brands sebagai market leader di industri cat dekoratif nasional,” ujar Timothy kepada Kontan, Senin (26/1/2026). Selain ekspansi segmen, Avian juga menggenjot penguatan jaringan distribusi nasional. Hingga kini, perseroan mengoperasikan 146 pusat distribusi milik sendiri dan didukung 38 pusat distribusi pihak ketiga. Perseroan juga baru menambah dua pusat distribusi baru guna memperkuat kapabilitas logistik.
Baca Juga: Bidik Kinerja Positif Tahun Ini, Berikut Sederet Strategi Avia Avian (AVIA) Penguatan distribusi tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan produk dan meningkatkan kecepatan layanan, seiring cakupan distribusi Avian yang telah menjangkau lebih dari 60.000 toko bahan bangunan. Avian juga mendorong penetrasi ritel melalui penambahan mesin tinting di toko bahan bangunan untuk memperluas pilihan warna bagi konsumen. Dari sisi permintaan, faktor musiman turut memengaruhi penjualan cat. Dulux mencatat, curah hujan meningkatkan kebutuhan produk pelapis, anti bocor, dan waterproofing. Sementara itu, permintaan cat dekoratif cenderung meningkat menjelang hari raya. “Karena kita mau menghadapi yang namanya Lebaran, biasanya penggunaan cat itu pasti naik dua kali lipat,” terang Niluh. Meski kondisi industri konstruksi dan properti masih menantang, Avian menilai dampaknya relatif terbatas karena sebagian besar penjualan berasal dari segmen ritel. Namun perseroan tetap memperkuat segmen proyek sebagai sumber pertumbuhan jangka menengah.
Baca Juga: Avian Brands (AVIA) Buka Dua Pusat Distribusi Baru di Tangerang dan Malang Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News