Optimistis Tumbuh di 2026, BSI Fokus Salurkan Kredit ke Segmen Konsumer & UMKM



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI tetap optimistis menjaga pertumbuhan pembiayaan di tengah kecenderungan perbankan yang masih selektif menyalurkan kredit.

Perseroan menilai fokus pada segmen konsumer, UMKM, serta ekosistem syariah menjadi kunci menjaga ekspansi bisnis tetap stabil.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan, hingga 2025 total pembiayaan perseroan mencapai sekitar Rp 318,84 triliun, dengan sekitar Rp284 triliun disalurkan ke segmen konsumer, UMKM, mikro, serta institusi dalam ekosistem syariah. Sementara porsi pembiayaan ke sektor komersial dan korporasi relatif kecil.


Baca Juga: BTN Optimistis Jadi Bank Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan (KPP)

"Segmen payroll karyawan menjadi kontributor utama pembiayaan konsumer, sedangkan pada ekosistem korporasi BSI banyak bermitra dengan BUMN serta organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah," kata Anggoro saat paparan kinerja perseroan, Jumat (6/2/2026).

Perseroan juga disebut aktif menggarap rantai pasok UMKM yang terhubung dengan korporasi maupun program pemerintah.

BSI menyatakan optimistis terhadap prospek 2026. Berdasarkan analisis internal, pertumbuhan sektor UMKM diperkirakan masih positif sehingga ruang ekspansi pembiayaan tetap terbuka.

 
BRIS Chart by TradingView

Optimisme tersebut juga berkaca pada capaian 2025, ketika BSI tetap mampu mencatat pertumbuhan meski kondisi ekonomi cukup menantang.

Baca Juga: Pembiayaan Syariah Tumbuh Lebih Tinggi Ketimbang Kredit Konvensional

Dari sisi dukungan terhadap program pemerintah, BSI turut menyalurkan berbagai pembiayaan strategis. Dana haji yang dikelola BSI tercatat sekitar Rp90 triliun dan dimanfaatkan untuk mendukung ekosistem layanan haji.

Selain itu, perseroan telah menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp12,2 triliun untuk mendukung sektor produktif.

Di sektor perumahan, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk sekitar 23.000 unit rumah dengan nilai total sekitar Rp 3,5 triliun.

Selain pembiayaan, BSI juga melihat peluang besar dari tren bisnis emas yang terus menguat. Perseroan menilai produk bullion banking dan layanan emas syariah memiliki prospek cerah seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen lindung nilai dan investasi berbasis emas.

Baca Juga: Hery Gunardi: BRI Genjot Laba lewat Segmen Konsumer dan Layanan Emas

"Ke depan, BSI menegaskan akan terus memperkuat pembiayaan di segmen konsumer dan UMKM melalui pendekatan ekosistem syariah, kemitraan dengan institusi keagamaan, serta integrasi dengan rantai pasok korporasi guna menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," imbuhnya.

Selanjutnya: Berburu Tiket Semifinal, Ini Skuad Tim Putra Indonesia Melawan Thailand di BATC 2026

Menarik Dibaca: Berburu Tiket Semifinal, Ini Skuad Tim Putra Indonesia Melawan Thailand di BATC 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News