KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri manufaktur mulai merasakan perlambatan permintaan yang berdampak pada aktivitas produksi. Kondisi ini tercermin dari melambatnya order baru, penurunan utilisasi kapasitas pabrik di sejumlah subsektor, hingga kecenderungan perusahaan menunda ekspansi demi menjaga efisiensi dan arus kas. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor, di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, tekanan datang dari perlambatan perdagangan dunia, tensi geopolitik, serta volatilitas harga energi. "Sebagian pelaku industri melaporkan perlambatan order baru, terutama pada industri berorientasi ekspor maupun barang konsumsi. Kondisi ini mendorong perusahaan melakukan penyesuaian volume produksi sehingga utilisasi kapasitas pabrik di sejumlah subsektor ikut menurun," ujar Saleh kepada Kontan, dikutip Minggu (5/7/2026).
Order Baru Melemah, Industri Manufaktur Mulai Tahan Ekspansi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri manufaktur mulai merasakan perlambatan permintaan yang berdampak pada aktivitas produksi. Kondisi ini tercermin dari melambatnya order baru, penurunan utilisasi kapasitas pabrik di sejumlah subsektor, hingga kecenderungan perusahaan menunda ekspansi demi menjaga efisiensi dan arus kas. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor, di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, tekanan datang dari perlambatan perdagangan dunia, tensi geopolitik, serta volatilitas harga energi. "Sebagian pelaku industri melaporkan perlambatan order baru, terutama pada industri berorientasi ekspor maupun barang konsumsi. Kondisi ini mendorong perusahaan melakukan penyesuaian volume produksi sehingga utilisasi kapasitas pabrik di sejumlah subsektor ikut menurun," ujar Saleh kepada Kontan, dikutip Minggu (5/7/2026).
TAG: