OREO Perluas Jangkauan Edukasi Anak hingga 7 Provinsi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mondelez Indonesia melalui merek biskuit OREO memperluas jangkauan program pembelajaran anak melalui oreo berbagi seru. Sepanjang 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 7.000 anak di tujuh kabupaten dan tujuh provinsi di Indonesia.

Langkat, Sumatera Utara menjadi lokasi ketujuh sekaligus penutup rangkaian program tahun ini. Di wilayah tersebut, OREO menggandeng Indonesia Mengajar untuk menghadirkan kegiatan edukasi serta mendistribusikan perangkat belajar kepada 1.280 siswa sekolah dasar.

Marketing Director Mondelez Indonesia Anggya Kumala mengatakan, program tersebut dirancang untuk mendukung proses belajar dengan pendekatan yang menggabungkan permainan, interaksi, dan kreativitas.


“Sejalan dengan purpose untuk menciptakan kebersamaan melalui berbagai momen penuh keseruan, OREO meyakini bahwa belajar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri,” ujar Anggya dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, program OREO Berbagi Seru telah digelar di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan terakhir Sumatera Utara.

Baca Juga: Mondelez Perluas Aktivasi OREO Berbagi Seru di Sejumlah Daerah

Di Langkat, OREO mendistribusikan 270 alat belajar yang mencakup materi literasi, numerasi, sains, dan Bahasa Inggris. Perangkat tersebut menggunakan pendekatan belajar sambil bermain dan disesuaikan dengan kurikulum nasional.

Selain distribusi perangkat belajar, rangkaian kegiatan di Langkat pada 16–21 September 2026 juga melibatkan 35 guru, 70 orang tua, serta 35 anggota komunitas. Pelatihan bagi guru mencakup filosofi belajar seru dan simulasi pemanfaatan alat belajar di kelas.

Sementara itu, orang tua mendapatkan edukasi mengenai perkembangan anak serta metode menghadirkan aktivitas belajar interaktif melalui permainan sederhana di rumah. Adapun komunitas diarahkan untuk ikut membangun ekosistem pembelajaran di lingkungan sekitar.

Program tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Muhammad Yunus, Jabatan Fungsional Pengembang Kurikulum Ahli Muda, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program “Guru Penggerak” yang telah diinisiasi sejak 2024.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada OREO atas inisiatif program ‘OREO Berbagi Seru’ karena mendukung salah satu program kami yaitu ‘Guru Penggerak’ yang diinisiasi sejak 2024 untuk memberdayakan guru menjadi agen transformasi pendidikan,” ujar Yunus.

Menurut dia, guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh dari program tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh guru maupun orang tua.

Dari sisi pelaksanaan di lapangan, guru juga melihat adanya perubahan dalam pendekatan pembelajaran. Evi Destari Br Tarigan, guru SD Negeri 050647 Timbang Lawan, mengatakan metode belajar melalui permainan memberikan alternatif bagi guru untuk meningkatkan keterlibatan siswa.

“Melalui ‘OREO Berbagi Seru’, kami mendapatkan banyak inspirasi bahwa belajar bisa dikemas menjadi permainan yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Saat anak merasa senang, mereka menjadi lebih aktif bertanya, lebih berani mencoba, dan lebih mudah terlibat dalam pembelajaran,” kata Evi.

Baca Juga: OREO Garap Program Edukasi, Fokus Perluas Akses di Wilayah 3T

Selain menyasar sekolah, OREO juga melibatkan orang tua dalam rangkaian program. Siti Fatimah, perwakilan orang tua siswa, mengatakan pendekatan belajar melalui permainan dapat menjadi alternatif bagi orang tua ketika mendampingi anak belajar di rumah.

Menurut Anggya, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya OREO untuk membangun pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dapat diteruskan di lingkungan keluarga dan komunitas.

“Mendukung upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan, program ‘OREO Berbagi Seru’ telah hadir di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan hari ini diakhiri di Sumatera Utara sebagai provinsi ke-7,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sepanjang pelaksanaan 2026, program tersebut melihat berbagai bentuk keterlibatan ekosistem pendidikan, mulai dari kreativitas guru di ruang kelas, pendampingan orang tua di rumah, hingga partisipasi komunitas.

Program OREO Berbagi Seru juga melibatkan konsumen melalui mekanisme pembelian produk OREO, dengan sebagian keuntungan penjualan didonasikan untuk mendukung pelaksanaan program.

Dengan berakhirnya rangkaian di Langkat, OREO telah menyelesaikan pelaksanaan program 2026 di tujuh provinsi dengan cakupan lebih dari 7.000 anak. Program tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan kemampuan literasi, numerasi, sains, dan Bahasa Inggris melalui pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif.

Baca Juga: OREO Perluas Program Pendidikan, Sasar 7.000 Siswa di Wilayah 3T hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News