OREO Perluas Program Pendidikan, Sasar 7.000 Siswa di Wilayah 3T hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mondelez Indonesia melalui merek biskuit OREO memperluas program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan dengan menyasar 7.000 siswa sekolah dasar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah marjinal hingga akhir 2026.

Melalui program OREO Berbagi Seru, perusahaan menggandeng Indonesia Mengajar untuk mengembangkan 15 jenis alat belajar berbasis permainan yang mencakup literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. Seluruh materi dirancang selaras dengan kurikulum nasional dan akan didistribusikan ke tujuh provinsi.

Senior Marketing Manager Biscuit Mondelez Indonesia Kevin Stefano mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses pembelajaran.


"Dengan tema OREO Berbagi Seru, tahun ini OREO ingin berkontribusi membantu siswa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan menyenangkan secara lebih merata, sekaligus menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru negeri, khususnya di wilayah 3T dan marjinal," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: OREO Garap Program Edukasi, Fokus Perluas Akses di Wilayah 3T

Program tersebut mengedepankan pendekatan playful learning atau belajar sambil bermain yang dinilai dapat mendorong proses belajar menjadi lebih aktif dan interaktif. Selain mendistribusikan alat belajar, OREO juga memberikan pelatihan kepada guru, orang tua, dan komunitas agar metode tersebut dapat diterapkan baik di sekolah maupun di rumah.

Gunungkidul menjadi daerah kelima yang disambangi program tersebut setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Lebak, Pangandaran, Tulang Bawang Barat, dan Purworejo. Di wilayah tersebut, OREO menyalurkan 270 alat belajar yang akan dimanfaatkan oleh 708 siswa sekolah dasar.

Selama periode 22-25 Juli 2026, sebanyak 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas di Gunungkidul mengikuti pelatihan yang bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan melalui metode pembelajaran yang lebih kreatif dan kolaboratif.

Kevin menambahkan, sebagian keuntungan dari penjualan produk OREO akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.

Baca Juga: EduALL dan Indonesia Mengajar Dorong Pemahaman Generasi Muda Terkait AI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News