KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta mengaku dalam empat tahun terakhir banyak perusahaan transportasi yang bangkrut, meski tak menyebut angka pasti. Organda menuding hal ini disebabkan menjamurnya angkutan berbasis aplikasi online. Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, menyatakan, tidak hanya bangkrut, segelintir perusahaan transportasi yang masih tersisa terpaksa mengurangi jumlah armada secara signifikan. Ia mencontohkan Taxiku yang kini terpaksa hanya mengoperasikan 100 unit kendaraan dari sebelumnya 2.500 unit. "Sudah empat tahun berjalan industri transportasi di seluruh Indonesia hancur karena ketidaktegasan pemerintah menerapkan aturan," kata Shafruhan lewat keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Minggu (1/4).
Organda mengaku banyak anggotanya bangkrut
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta mengaku dalam empat tahun terakhir banyak perusahaan transportasi yang bangkrut, meski tak menyebut angka pasti. Organda menuding hal ini disebabkan menjamurnya angkutan berbasis aplikasi online. Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, menyatakan, tidak hanya bangkrut, segelintir perusahaan transportasi yang masih tersisa terpaksa mengurangi jumlah armada secara signifikan. Ia mencontohkan Taxiku yang kini terpaksa hanya mengoperasikan 100 unit kendaraan dari sebelumnya 2.500 unit. "Sudah empat tahun berjalan industri transportasi di seluruh Indonesia hancur karena ketidaktegasan pemerintah menerapkan aturan," kata Shafruhan lewat keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Minggu (1/4).