JAKARTA. DPP ORGANDA mempertanyakan keputusan instansi perhubungan yang menunda kembali pelaksanaan wajib masuk Terminal Terpadu Pulogebang untuk bus antar kota antar provinsi jurusan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua Departemen Sarana dan Prasarana DPP Organda Adi Prasetya mengakui, selama ini anggota Organda patuh terhadap kebijakan pemerintah. Semua bus AKAP Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah sepenuhnya memberangkatkan armadanya dari Terminal Pulogebang. “Sebagai pelaksana, kami mengikuti apa yang sudah ditetapkan pembina kami, baik Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Penundaan itu membuat kami seolah-olah tidak mau patuh,” kata Adi Prasetya pada keterangan tertulisnya, Jumat (3/2).
Organda pertanyakan penundaan masuk Pulogebang
JAKARTA. DPP ORGANDA mempertanyakan keputusan instansi perhubungan yang menunda kembali pelaksanaan wajib masuk Terminal Terpadu Pulogebang untuk bus antar kota antar provinsi jurusan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua Departemen Sarana dan Prasarana DPP Organda Adi Prasetya mengakui, selama ini anggota Organda patuh terhadap kebijakan pemerintah. Semua bus AKAP Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah sepenuhnya memberangkatkan armadanya dari Terminal Pulogebang. “Sebagai pelaksana, kami mengikuti apa yang sudah ditetapkan pembina kami, baik Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Penundaan itu membuat kami seolah-olah tidak mau patuh,” kata Adi Prasetya pada keterangan tertulisnya, Jumat (3/2).