Osram membidik pasar lampu LED dan otomotif



JAKARTA. Memasuki periode paruh kedua tahun fiskal Oktober 2014–April 2015, PT Osram Indonesia akan fokus memasarkan lampu light emitting diode (LED) dan lampu untuk otomotif. Perusahaan yang menginduk pada OSRAM Licht AG di Jerman itu, menargetkan dalam lima hingga 10 tahun ke depan, bisa menggenjot penjualan kedua produk itu tumbuh 200%-300%. 

Saat ini penjualan lampu LED Osram baru menyumbang 10% terhadap total pendapatan. Mayoritas pendapatan atau 90% pendapatan masih berasal dari penjualan lampu hemat energi (LHE).

Kontribusi yang masih kecil ditambah tantangan satu kompetitor yang sudah lebih unggul dan mapan di ceruk pasar lampu LED, menggiring Osram Indonesia berstrategi. "Karena itu kami mengejar ketertinggalan dengan mendekatkan diri ke para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia," ujar Erica Febrianti, Marketing Manager Osram Indonesia kepada KONTAN, Kamis (25/9).


Langkah Osram Indonesia itu tak lain bagian dari edukasi produk yang masih harus dilakukannya. Selain mendakati para calon pembeli, perusahaan itu tak meninggalkan cara pemasaran konvensional yakni menempatkan produk di rak toko listrik.

Untuk lampu otomotif, Osram Indonesia berstrategi dengan meluncurkan tiga produk lampu mobil anyar. Pilihan menyodorkan lampu mobil itu adalah upaya mengejar ketertinggalan di pasar itu. Sebab Osram Indonesia mengaku sudah lebih mapan menggarap pasar lampu motor ketimbang lampu mobil.

Mengenai capaian kinerja pada periode paruh pertama tahun fiskal yakni Maret–September 2014 yang hampir selesai, Erica tak mau mengungkapkan total prediksi kinerjanya. "Angkanya berapa nggak bisa kami buka tapi target sudah tercapai di awal September," ujar dia.

Sebagai informasi, Osram Indonesia sempat memiliki pabrik lampu pijar di Tangerang, Banten. Lantaran pasar lampu pijar sudah lesu, pabrik tersebut tutup. 

Dus, produk Osram Indonesia masih diimpor dari Jerman dan China.  "Belum ada rencana membuka pabrik lagi," ujar Alexander Zobel, Direktur Keuangan Osram Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina