JAKARTA. Penurunan penjualan otomotif menular ke bisnis aksesori seperti kaca film. Saat penjualan mobil lesu, penjualan kaca film juga ikut turun. Kondisi ini dirasakan oleh distributor kaca film PT V-Kool Indo Lestari. Linda Widjaja, Senior Vice President PT V-Kool Indo Lestari bilang, sampai September 2015 penjualan V-Kool turun 20% ketimbang penjualan periode yang sama tahun lalu. "Namun penurunan penjualan V-Kool tidak sebesar penurunan penjualan mobil," klaim Linda kepada KONTAN, Minggu (18/10). Meskipun demikian, mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penurunan penjualan mobil periode Januari–September 2015 turun 18% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Penurunan penjualan inilah yang berpengaruh ke bisnis kaca film.
Otomotif lesu, penjualan V-Kool turun 20%
JAKARTA. Penurunan penjualan otomotif menular ke bisnis aksesori seperti kaca film. Saat penjualan mobil lesu, penjualan kaca film juga ikut turun. Kondisi ini dirasakan oleh distributor kaca film PT V-Kool Indo Lestari. Linda Widjaja, Senior Vice President PT V-Kool Indo Lestari bilang, sampai September 2015 penjualan V-Kool turun 20% ketimbang penjualan periode yang sama tahun lalu. "Namun penurunan penjualan V-Kool tidak sebesar penurunan penjualan mobil," klaim Linda kepada KONTAN, Minggu (18/10). Meskipun demikian, mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penurunan penjualan mobil periode Januari–September 2015 turun 18% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Penurunan penjualan inilah yang berpengaruh ke bisnis kaca film.