KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 26 triliun untuk pemeliharaan di IKN tahun depan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengungkap anggaran untuk kelanjutan pembangunan di IKN akan dialokasikan melalui anggaran Kementerian PUPR dan OIKN. Ia mengatakan OIKN nantinya akan melakukan pemeliharaan infrastruktur yang sudah dibangun oleh Kementerian PUPR seperti rusun, kantor pemerintahan, hingga jalan dan air minum.
Baca Juga: Anggaran IKN Turun Jadi Rp 143,1 Miliar, Plt OIKN: Masih Belum Diputuskan "Makanya kami usulkan tambahan Rp 26 triliun untuk pemeliharaan," kata Basuki dijumpai usai raker bersama Komisi V di DPR RI, Rabu (21/8). Lebih lanjut, Basuki yang juga menjabat sebagai Menteri PUPR ini menanggapi anjloknya alokasi anggaran pembangunan IKN yang hanya Rp 143,1 miliar dalam RAPBN 2025. Basuki menegaskan bahwa anggaran tersebut belum final dan masih merupakan pagi indikatif. Menurutnya alokasi ini masih bisa bertambah disesuaikan dengan kebutuhan di IKN dan kondisi fiskal yang ada. "Yang sekarang Rp 143,1 miliar ini baru pagi indikatif belum diputuskan anggarannya, nanti baru akan disampaikan," jelasnya. Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan alokasi anggaran untuk IKN tahun depan sebesar Rp 143,1 miliar merupakan batas bawah atau baseline. Pihaknya juga menyebut pemerintahan baru nanti masih bisa menentukan besaran anggaran untuk proyek agung itu. Baca Juga: Anggaran IKN Turun Jadi Rp 143,1 Miliar, Plt OIKN Basuki: Masih Belum Diputuskan