KONTAN.CO.ID - JAKARTA. KPK mengamankan total Rp 728 juta dari enam tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) dugaan terkait proyek pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Keenam tersangka, yaitu Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, orang kepercayaan Agung, Raden Syahril, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin dan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri. Kemudian, Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh, keduanya dari pihak swasta. "Total uang yang diamankan tim adalah Rp 728 juta terkait proyek di dinas perdagangan dan proyek dinas PUPR," kata Wakil Ketua KPK Basarian Panjatian dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (7/10).
Baca Juga: KPK menetapkan bupati Lampung Utara sebagai tersangka Basaria menjelaskan, KPK menerima informasi akan adanya transaksi penyerahan uang terkait dengan proyek di Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara. Usai mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai akan adanya penyerahan sejumlah uang kepada bupati, lanjutnya, tim langsung bergerak ke rumah dinas bupati dan menangkap Raden sekitar pukul 18.00 WIB, Minggu (6/10). "Di rumah dinas bupati, dari kamar AIM (Agung), tim mengamankan uang sebesar Rp 200 juta. Tim kemudian menuju rumah WHN (Wan Hendri) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya pada pukul 20.00 WIB," papar Basaria. Dia menambahkan, secara terpisah, tim KPK lainnya bergerak ke rumah Syahbuddin dan mengamankannya sekitar pukul 20.35 WIB. Dari Syahbuddin, tim mengamankan uang Rp 38 juta yang diduga terkait proyek. Baca Juga: Selama 2 hari, Menteri Susi tenggelamkan 40 kapal pencuri ikan "Secara paralel, tim lain juga mengamankan RGI (Reza Giovanna) sebagai pihak swasta di rumahnya pada pukul 21.00 WIB. Kemudian secara terpisah, tim lain bersama RSY (Raden Syahril), kembali ke rumahnya dan mengamankan uang sebesar Rp 440 juta pada 00.12 WIB," lanjut dia. Tim kemudian mengamankan Chandra pada Senin dini hari pukul 00.17 WIB di rumahnya. "Terakhir, tim mengamankan FRA (Fria Apristama) Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara sekitar pukul 00.30 WIB. Dari FRA, tim mengamankan uang Rp 50 juta yang diduga terkait proyek," ujar Basaria. Baca Juga: Bupati Lampung Utara kena OTT KPK, ini respon Mendagri Tjahjo