KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Myrdal Gunarto menilai langkah pemerintah menaikkan outlook Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2026 menjadi Rp 575,1 triliun, atau setara 125,2% terhadap APBN mencerminkan masih kuatnya sumber-sumber penerimaan negara di luar pajak. Menurutnya, kinerja Badan Layanan Umum (BLU), pendapatan dari sektor komoditas, serta membaiknya penerimaan bea dan cukai menjadi faktor utama yang menopang peningkatan target tersebut, di tengah tidak adanya kontribusi dividen badan usaha milik negara (BUMN) seperti pada tahun sebelumnya. Dalam outlook APBN 2026, pemerintah mengerek target PNBP menjadi 125,2% dari target APBN atau mencapai Rp 575,1 triliun. Angka tersebut meningkat dari target pagu awal sebesar Rp 459,2 triliun dan tumbuh 6,2% secara tahunan (year on year/yoy).
Outlook PNBP2026 Naik Jadi 125,2%,Ekonom:Ada Dorongan dari Windfall Profit hingga BLU
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Myrdal Gunarto menilai langkah pemerintah menaikkan outlook Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2026 menjadi Rp 575,1 triliun, atau setara 125,2% terhadap APBN mencerminkan masih kuatnya sumber-sumber penerimaan negara di luar pajak. Menurutnya, kinerja Badan Layanan Umum (BLU), pendapatan dari sektor komoditas, serta membaiknya penerimaan bea dan cukai menjadi faktor utama yang menopang peningkatan target tersebut, di tengah tidak adanya kontribusi dividen badan usaha milik negara (BUMN) seperti pada tahun sebelumnya. Dalam outlook APBN 2026, pemerintah mengerek target PNBP menjadi 125,2% dari target APBN atau mencapai Rp 575,1 triliun. Angka tersebut meningkat dari target pagu awal sebesar Rp 459,2 triliun dan tumbuh 6,2% secara tahunan (year on year/yoy).