Outlook stabil, Bio Farma kantongi peringkat idAAA



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAAA kepada PT Bio Farma (Persero) (Bio Farma) dan MTN tahun 2018.

Kemudian peringkat idAAA(sy) untuk MTN Syariah Mudharabah tahun 2018 dengan prospek stabil. Melalui peringkat tersebut, perusahaan memiliki komitmen jangka panjang yang superior. 

Sementara itu, akhiran (sy) mensyaratkan prinsip syariah. Peringkat Perusahaan tersebut mencerminkan peran penting Bio Farma dalam menyediakan vaksin untuk kebutuhan nasional, bauran produk yang baik, dan posisi pasar yang sangat kuat di industri farmasi. 


"Peringkat perusahaan dibatasi oleh struktur permodalan dan ukuran proteksi arus kas yang moderat," kata Pefindo, Senin (12/7. 

Baca Juga: Ditunda, begaimana nasib mereka yang sudah daftar vaksin berbayar?

Peringkat dapat turun apabila dukungan pemerintah berkurang seperti divestasi saham kepemilikan dan regulasi yang menurunkan hambatan masuk yang memungkinkan perusahaan vaksin lain untuk memasok vaksin bagi proyek-proyek pemerintah.

Sebagai satu-satunya produsen vaksin milik negara, Bio Farma berfokus pada pengembangan riset dan teknologi vaksin, melakukan penelitian vaksin baru untuk memastikan ketersediaan vaksin dapat memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia dan kebutuhan vaksin dunia dalam hal kualitas dan keterjangkauan. 

Selain itu, Bio Farma memasok semua jenis vaksin untuk program vaksin nasional dan memiliki kontrak jangka panjang untuk memasok vaksin ke berbagai negara melalui The United Nations International Children’s Funds (UNICEF). 

Saat ini, 15 jenis vaksin Bio Farma telah menerima prakualifikasi dari World Health Organization (WHO). Pada tahun 2020, sesuai dengan keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menunjuk Bio Farma sebagai induk dari BUMN farmasi.

Perusahaan menjadi pemegang saham pengendali dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF), perusahaan farmasi yang berfokus pada produksi, perdagangan dan distribusi, dan retail obat serta PT Indofarma Tbk (INAF), perusahaan farmasi dan kesehatan. 

Selanjutnya: Genjot vaksinasi Covid-19, pemerintah targetkan 2 juta dosis per hari pada Agustus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli