Outstanding Kartu Kredit BCA Tumbuh 6,8% per Maret 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan positif pada bisnis kartu kredit hingga kuartal I-2025. Pertumbuhan tersebut tercermin dari kenaikan outstanding pinjaman konsumer lainnya yang mayoritas berasal dari kartu kredit.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, hingga Maret 2026 outstanding pinjaman konsumer lainnya tumbuh 6,8% secara tahunan menjadi Rp 25,1 triliun. “Transaksi kartu kredit BCA menunjukkan tren pertumbuhan yang positif,” ujar Hera kepada Kontan, Jumat (9/5/2026).

Menurutnya, pertumbuhan bisnis kartu kredit ditopang oleh berbagai inovasi layanan dan kemudahan transaksi yang terus dikembangkan perusahaan.


Baca Juga: Ini Sejumlah Pertimbangan Utama Asuransi Tempatkan Risiko ke Reasuransi Luar Negeri

Saat ini, BCA memiliki beragam pilihan kartu kredit, mulai dari BCA Everyday Card, BCA Card Platinum, BCA Smartcash, Mastercard, Visa, JCB, UnionPay hingga American Express.

Selain itu, BCA juga terus memperkuat layanan digital untuk meningkatkan kenyamanan nasabah. Kini, pengajuan aplikasi kartu kredit dapat dilakukan secara online, termasuk kontrol transaksi, permintaan kenaikan limit, hingga pembayaran tagihan melalui aplikasi myBCA.

Di sisi kualitas aset, Hera memastikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) kartu kredit tetap terjaga pada level sehat. Hal tersebut turut menjaga total NPL BCA secara keseluruhan tetap rendah di level 1,8%. “Rasio NPL kartu kredit tetap terkendali pada level yang sehat,” katanya.

Ke depan, BCA akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra bisnis guna memperluas manfaat bagi nasabah. BCA juga akan menghadirkan berbagai program dan promo sesuai kebutuhan nasabah di berbagai segmen.

“Kami senantiasa menghadirkan berbagai penawaran dan promo menarik sesuai kebutuhan nasabah,” tutup Hera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News