KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus mendorong penurunan imbal hasil atau yield dan outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai bagian dari upaya memperbesar ruang likuiditas bagi perekonomian. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, yield SRBI tenor 12 bulan saat ini telah turun menjadi 6,76%, dari level tertingginya yang sempat mencapai 7,74%. Tak hanya yield, posisi outstanding SRBI juga terus menyusut. Destry mencatat, outstanding SRBI telah turun dari Rp 1.096 triliun menjadi Rp 1.013 triliun pada 23 September 2026. Posisi ini lebih rendah bila dibandingkan Juni 2026 menembus level Rp 1.072,62 triliun, meski masih lebih tinggi bila dibandingkan posisi Januari 2026 sebesar Rp 754,76 triliun.
Outstanding SRBI Capai Rp 1.013 Triliun, BI Akan Turunkan
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus mendorong penurunan imbal hasil atau yield dan outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai bagian dari upaya memperbesar ruang likuiditas bagi perekonomian. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, yield SRBI tenor 12 bulan saat ini telah turun menjadi 6,76%, dari level tertingginya yang sempat mencapai 7,74%. Tak hanya yield, posisi outstanding SRBI juga terus menyusut. Destry mencatat, outstanding SRBI telah turun dari Rp 1.096 triliun menjadi Rp 1.013 triliun pada 23 September 2026. Posisi ini lebih rendah bila dibandingkan Juni 2026 menembus level Rp 1.072,62 triliun, meski masih lebih tinggi bila dibandingkan posisi Januari 2026 sebesar Rp 754,76 triliun.