Over kuota BBM, Pertamina tak bisa berbuat apa-apa



JAKARTA. PT Pertamina mengaku tidak bisa berbuat banyak dalam mengantisipasi over kuota konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun 2014. Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Suhartoko bilang, prognosa volume konsumsi BBM bersubsidi hingga akhir tahun akan mencapai 46,97 juta kilo liter (KL).

Hal itu disampaikan Suhartoko dalam rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Prognosa ini lebih tinggi dari prognosa sebelumnya yang disampaikan pada bulan Juli 2014 lalu, yang hanya 1,3 juta KL kali ini bertambah jadi 1,9 juta KL dari kuota sebesar 45,35 juta KL.

Sampai akhir tahun 2014 volume konsumsi BBM bersubsdi bisa mencapai 46,9 juta KL. Suhartoko memperkirakan kuota BBM bersubsidi hanya cukup sampai 25 Desember 2014, artinya akan ada waktu sekitar enam hari masyarakat tanpa BBM bersubsidi.


Membengkaknya prognosa kuota BBM bersubsidi ini dikarenakan dampak kebijakan opengendalian yang tidak efektif pada bulan Agustus lalu. "Akibat pembatasan BBM bersubsidi, menimbulkan panic buying oleh masyarakat," ujar Suhartoko.

Akibat panic buying ini, konsumsi BBM bersubsidi lebih besar dari perkiraan. Hingga akhir Agustus 2014 sudah mencapai 30,88 juta KL. Sementara kuota BBM bersubsidi hingga akhir agustus dalam anggaran penerimaan dan belanja negara perubahan (APBN-P) sebesar 30,19 juta KL.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie