P2P lending Danakini milik Kawan Lama Group kantongi izin usaha dari OJK



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dana Kini Indonesia atau Danakini resmi mendapatkan izin usaha perusahaan penyelenggara layanan pinjam uang berbasis teknologi informasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lisensi itu tertuang dalam Surat Keputusan dengan nomor KEP46/D.05/2020. DanaKini berdiri pada tahun 2017, merupakan salah satu anak usaha Kawan Lama Group yang bergerak di bidang peer to peer (P2P) lending.

Danakini mempertemukan pemilik dan peminjam dana di tiga sektor utama yakni pembiayaan konsumen (perlengkapan rumah dan gaya hidup), pembiayaan industri mikro dan pinjaman tunai karyawan.


“Di tengah perkembangan teknologi finansial (fintech) di Indonesia, Danakini menghadirkan layanan keuangan berbasiskan teknologi agar masyarakat mendapatkan akses ke pendanaan secara cepat dan terjangkau. Hal ini dimungkinkan dengan penerapan teknologi seperti Artificial Intelligence, Machine Learning dan Robotic,” papar CEO Danakini Gregory S Widjaja dalam keterangan tertulis Rabu (16/12).

Baca Juga: Berkurang 1, jumlah fintech lending per November 2020 mencapai 154

Ia menyebut izin usaha itu kian memacu Danakini untuk menjadi penyedia layanan yang aman dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapat memperluas inklusi keuangan di Indonesia. 

Ia menyebut Danakini telah membantu sekitar 85.000 peminjam dengan total akumulasi pinjaman berkisar Rp 670 miliar hingga saat ini.

Danakini juga telah mendapatkan sertifikat ISO 27001 2013 dalam sistem manajemen keamanan informasi.Danakini menawarkan tiga layanan finansial dengan bunga yang sangat menarik, dengan proses yang mudah dan persetujuan instan dalam hitungan menit.

Pertama, kiniCintaku yaitu cicilan tanpa kartu kredit yang memberikan layanan pembiayaan bagi pelanggan ACE dan INFORMA dengan bunga ringan hanya 1,99% per bulan. Kedua, kiniFlexi yaitu pinjaman bunga rendah untuk karyawan di perusahaan yang bekerjasama dengan Danakini, mulai dari 1% per bulan.

Ketiga, kiniUsaha yang dapat membantu usaha melalui pembelian peralatan usaha dan modal usaha hingga Rp 2 miliar.

“Kami berharap layanan finansial Danakini bisa mendukung peningkatan potensi ekonomi di Indonesia, melalui akses pembiayaan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, serta akses permodalan untuk membantu perkembangan usaha,” tutup Gregory.

Selanjutnya: Tak Lagi Potensial, PT Ace Hardware Tbk (ACES) Menutup Tiga Gerai Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi