Pabrik Baja di AS Garap Proyek Menangkap 50.000 Ton Karbon per Tahun



KONTAN.CO.ID - Penyedia teknologi Baja dan penangkapan karbon AS, CarbonFree mengumumkan perjanjian baru yang bertujuan meluncurkan proyek baru untuk menangkap hingga 50.000 metrik ton karbon dioksida per tahun di pabrik baja terintegrasi US Steel di Gary, Indiana.

Menurut CarbonFree, proyek ini akan menjadi pabrik pemanfaatan penangkapan karbon skala komersial pertama yang diterapkan di pabrik baja di Amerika Utara. CarbonFree yang berdiri tahun 2016 ini berbasis di Texas, dan mengembangkan teknologi yang bertujuan untuk melakukan dekarbonisasi pada industri yang sulit dikurangi dan rantai pasokan global.

Dalam menangkap karbon dari industri baja itu, mereka menerapkan teknologi SkyCycle untuk menangkap karbon dioksida yang dihasilkan dari pabrik dan memineralisasi emisi tersebut untuk menghasilkan kalsium karbonat, yang nanti digunakan dalam produksi kertas, plastik, produk perawatan pribadi, cat, dan produk bangunan.


Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil, Didukung oleh Kekhawatiran Menipisnya Pasokan

“US Steel menjadi contoh mengenai bagaimana pabrik dapat dan secara proaktif mengelola emisi karbon mereka, dan CarbonFree merasa terhormat berperan dalam usaha ini. Di CarbonFree, kami memelopori pemanfaatan penangkapan karbon yang menguntungkan melalui manufaktur bahan kimia khusus yang disruptif dengan menggunakan limbah karbon dioksida sebagai bahan baku utama,” kata Martin Keighley, CEO CarbonFree yang dikutip KONTAN di laman ESG Today, Kamis (4/4).

Berdasarkan perjanjian, pembangunan fasilitas pabrik SkyCycle didirikan di kawasan US Steel Gary Works, dan diharapkan selesai awal musim panas ini. Pabrik penangkap karbon tersebut diproyeksikan beroperasi tahun 2026.

Perjanjian memiliki jangka waktu 20 tahun setelah pabrik beroperasi. Untuk diketahui, pembuatan baja adalah salah satu penghasil emisi CO2 terbesar secara global, dan salah satu sektor yang paling menantang untuk dikurangi, dengan total emisi gas rumah kaca (GRK). Dari sektor ini berkontribusi 7% – 9% dari emisi langsung dari penggunaan bahan bakar fosil secara global.

Baca Juga: Telkomsel Resmi Luncurkan Layanan eSIM, Pelanggan Bebas Pilih Nomor Sendiri

Menurut US Steel, perjanjian baru ini sejalan dengan tujuan iklimnya, yang mencakup target untuk mengurangi intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 20% pada tahun 2030, dan untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050. Perusahaan menambahkan bahwa proyek ini menandai langkah pertama dalam mengeksplorasi skalabilitas teknologi untuk implementasi masa depan di US Steel.

“Inovasi menangkap karbon di pabrik terintegrasi adalah contoh terbaru bagaimana baja memungkinkan masa depan yang lebih berkelanjutan. Selain itu, US Steel memiliki sejarah 'yang pertama' yang kami terus kembangkan dengan percaya diri. Penggunaan teknologi SkyCycle untuk proyek pertama di Amerika Utara akan memberikan manfaat bagi masyarakat untuk generasi mendatang,” kata Scott Buckiso, Wakil Presiden Senior & Chief Manufacturing Officer di US Steel

Editor: Asnil Amri