Pabrik China stop produksi, Mega Perintis (ZONE) bakal penuhi bahan baku dari Bandung



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen tekstil dan ritel fesyen PT Mega Perintis Tbk (ZONE) berencana membeli kain lokal atau dari Bandung, Jawa Barat untuk mengisi kekosongan bahan baku garmen dari China. Rencana ini akan dilakukan jika bulan ini pabrik Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) China belum bisa produksi. 

Asal tahu saja, entitas perusahaan ZONE, PT Mega Putera Garment mengoperasikan pabrik tekstil di kawasan Pemalang, Jawa Tengah dengan kapasitas 3 juta pakaian per-tahun dengan utilisasi pabrik mencapai 90%. 

Direktur Utama Mega Perintis FX Afat Adinata menjelaskan, sejauh ini bahan baku kain dipasok 50% dari lokal dan 50% dari impor. Afat mengakui sejauh ini impor kain paling banyak dari China. 


Baca Juga: Mega Perintis (ZONE) Menyasar Pasar Jawa dan Sumatra

"Sementara ini memang pabrik- pabrik TPT di China masih libur. Kalau minggu ini atau minggu depan sudah beroperasi lagi, pasokan bahan baku akan aman," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (10/2). 

Meski demikian, Afat mengungkapkan kalau bulan ini China belum bisa produksi, perusahaan telah menyiapkan rencana cadangan. Katanya, perusahaan akan membeli bahan baku dari Bandung  dengan konsekuensi harga dan kualitas yang agak berbeda. 

Selain itu, dampak dari adanya pengalihan pembelian bahan baku ini diakui Afat akan meningkatkan biaya bahan baku (raw material cost) sebesar 5% - 10%. 

Afat menjelaskan bahan baku dari China lebih murah 10% dibandingkan lokal. Adapun dari segi kualitas, Afat mengakui beberapa item mutunya sama. Tapi jenis tertentu ada yang lebih bagus dari China ditambah harganya lebih ekonomis. 

Baca Juga: Mega Perintis (ZONE) anggarkan capex Rp 30 miliar untuk ekspansi

Afat bilang, opsi bahan baku yang dipasok dari lokal akan dilakukan sementara saja atau sebulan ke depan. "Mestinya setelah isu virus corona mereda, impor (bahan baku) dari China bisa dilanjutkan," kata Afat.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari