Pabrik detonator OKAS siap produksi Oktober



JAKARTA. Pembangunan pabrik detonator PT Ancora Indonesia Resource Tbk (OKAS) sudah selesai. Saat ini sudah masuk pada tahap percobaan produksi dan akan siap melakukan produksi pada akhir Oktober ini.

"Sudah dalam tahap trial production tinggal memasang beberapa lini mesin, hingga akhir oktober bisa memproduksi secara normal," kata President Director PT Acora Indonesia Resource Tbk Charles D. Gobel kepada KONTAN, Minggu (7/8).

Dengan adanya pabrik baru ini, menejemen berharap dapat menekan biaya beban pokok penjualan perusahaan. Maklum selama ini detonator yang digunakan untuk bisnis jual beli peledak dan jasa peledakan kebanyakan menggunakan detonator yang diimpor. Pelemahan nilai mata uang Rupiah cukup membebani perusahaan.


Asal tahu saja hingga semester I kemarin beban pembelian impor perusahaan mencapai US$ 12,5 juta, menurun 45% dari periode sama tahun lalu US$ 23,1 juta. Penurunan ini lebih disebabkan menurunya seluruh lini bisnis perusahaan khususnya jasa peledakan.

Adapun pendapatan perusahaan disemester I ini juga turun 32% menjadi US$ 54,1 juta dari US$ 80 juta diperiode sama tahun lalu. rugi perusahaan juga bertambah 77% menjadi US$ 3,8 juta, dari US$ 2,1 juta.

Namun Charles mengakui hingga akhir tahun ini dampak adanya pabrik detonator ini masih minim ke kinerja pendapatan tahun ini. Pembangunan pabrik ini memang untuk strategi perusahaan jangka panjang agar tidak bergantung pada detonator impor lagi.

"Dari kondisi bisnis migas dan tambang lesu, memang memaksa kita harus bertahan. Dengan menekan biaya-biaya," kata Charles.

Charles untuk tahap awal ditahun pertama produksi diprediksi hanya memproduksi 1 juta unit detonator dari kapasitas produksi mencapai 2 juta unit detonator. Namun disisa empat bulan tahun 2016 ini diprediksi hanya 300 ribu unit detonator yang diproduksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News