JAKARTA. Volume ekspor biji kakao terus menurun dari tahun ke tahun. Bahkan pada semester I-2012, realisasi ekspor kakao hanya mencapai 66.120 ton, turun 44,2% dibanding semester I-2011 yang sebanyak 118.447 ton. Penyerapan di dalam negeri yang terus berkembang dan penerapan bea keluar (BK) kakao menjadi salah satu alasan penurunan ekspor ini. Firman Bakrie, Sekretaris Eksekutif Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) mengatakan, dengan menurunnya realisasi ekspor semester I-2012 maka diperkirakan tahun ini ekspor biji kakao hanya 150.000 ton-200.000 ton. "Lebih rendah dibanding 2011," katanya, pekan lalu. Data Askindo menunjukkan, realisasi ekspor biji kakao tahun lalu mencapai 210.000 ton dengan total produksi 450.000 ton. Sedangkan tahun ini dengan proyeksi ekspor 150.000 ton-200.000 ton, produksi kakao nasional diperkirakan meningkat 11% menjadi 500.000 ton.
Pabrik pengolahan kakao bertambah
JAKARTA. Volume ekspor biji kakao terus menurun dari tahun ke tahun. Bahkan pada semester I-2012, realisasi ekspor kakao hanya mencapai 66.120 ton, turun 44,2% dibanding semester I-2011 yang sebanyak 118.447 ton. Penyerapan di dalam negeri yang terus berkembang dan penerapan bea keluar (BK) kakao menjadi salah satu alasan penurunan ekspor ini. Firman Bakrie, Sekretaris Eksekutif Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) mengatakan, dengan menurunnya realisasi ekspor semester I-2012 maka diperkirakan tahun ini ekspor biji kakao hanya 150.000 ton-200.000 ton. "Lebih rendah dibanding 2011," katanya, pekan lalu. Data Askindo menunjukkan, realisasi ekspor biji kakao tahun lalu mencapai 210.000 ton dengan total produksi 450.000 ton. Sedangkan tahun ini dengan proyeksi ekspor 150.000 ton-200.000 ton, produksi kakao nasional diperkirakan meningkat 11% menjadi 500.000 ton.