KONTAN.CO.ID - KUDUS. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kesiapannya memfasilitasi sekolah vokasi Djarum Foundation di Kudus, Jawa Tengah untuk mengikuti
business matching sebagai upaya mendorong ekspor jasa. Budi mengatakan, hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mencatatĀ ekspor barang yang terus bertumbuh. Namun, ia mengakui bahwa jasa masih belum berkontribusi signifikan ke kinerja ekspor Tanah Air. Ia memaparkan, kontribusi nilai jasa di Indonesia masih sebesar 43,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, hal ini menunjukkan masih besarnya peluang kontribusi nilai jasa Indonesia terhadap PDB nasional.
Hal ini dikatakan Budi setelah mengunjungi tiga sekolah menengah kejuruan (SMK) binaan Djarum Foundation yang memiliki spesialisasi di bidang masing-masing. Di antaranya, SMK Raden Umar Said di bidang animasi, SMK NU Banat di bidang tata busana, serta SMK Wisudha Karya di bidang jasa keahlian.
Baca Juga: Merdeka Gold Resources (EMAS) Optimistis Raih Kinerja Keuangan Positif pada 2026 Untuk diketahui, SMK binaan Djarum Foundation menerapkan pembelajaran berbasis
teaching factory. Hal ini memberikan kesempatan bagi para siswa untuk berpartisipasi ke pekerjaan dengan standar industri. Budi menyebut, tugas pemerintah adalah mencarikan pasar agar jasa para generasi muda di Kudus dapat bersaing di tingkat global. "Sebagai langkah selanjutnya, Kemendag akan memfasilitasi presentasi daring antara sekolah vokasi dan 46 perwakilan perdagangan (Perwadag) RI untuk membantu pemasaran ke luar negeri. Perwadag akan mencarikan pembelinya, kemudian mempertemukan secara daring melalui
business matching," kata Budi di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026). Langkah
pitching dengan Perwadag RI, kata Budi, ditargetkan bisa membuka peluang ekspor jasa terutama jasa bisnis yang meliputi gim, animasi, niaga elektronik atawa
e-commerce, MICE, hingga desain.
Peran Djarum Foundation Dorong Ekonomi di Kudus
Melalui program transformasi sekolah vokasi, hingga 2025, Djarum Foundation telah memperkuat sekitar 63.000 lulusan dengan keterampilan praktis, termasuk di bidang animasi dan desain fesyen. Program Manager Djarum Foundation, Galuh Paskamagma mengatakan tujuan program ini adalah memperkuat pasokan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan industri, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat di Kudus dan sekitarnya. Ia melanjutkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) memang menjadi sebuah upaya yang dibangun pihaknya selama 15 tahun. Adapun upaya ini diiringi dengan pelatihan untuk pengajar, serta sokongan sarana dan prasarana yang relevan dengan kebutuhan industri. Hasilnya, para lulusan SMK di bawah binaan Djarum Foundation turut merasakan dampak ekonomi saat telah bekerja. Hingga saat ini, para lulusan disebut mendapatkan pekerjaan yang layak baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jika bekerja di dalam negeri, Djarum Foundation memastikan para lulusan mendapatkan perusahaan yang bonafide dengan fasilitas yang baik. Didikan selama bersekolah, lanjut Galuh, juga berhasil membuka banyak peluang untuk para siswa dapat bekerja di luar negeri. Tahun depan saja, Djarum Foundation akan memberangkatkan sekitar 600 lulusan untuk bekerja di Jepang.
Baca Juga: Mengintip Perkembangan KEK ETKI Banten di BSD City "Target kami adalah penghasilan mereka mencapai 2 kali dari upah minimum regional (UMR) setempat atau setidaknya lebih tinggi dari sarjana," ujar Galuh menjawab Kontan, Kamis (12/3/2026). Meskipun begitu, Galuh menyebut langkah ini juga tak luput dari tantangan. Ia bercerita, tak sedikit para lulusan yang setelah bekerja mengalami perubahan perilaku konsumsi. Contohnya, menggunakan gaji dengan membeli
smartphone seri terbaru atau barang lainnya yang belum mendesak. Maklum, sebelum bekerja, Galuh menaksir mereka hanya memegang uang sekitar Rp 300.000-Rp 500.000 per bulan dari orang tua.
Mengatasi hal ini, Galuh bilang, Djarum Foundation turut memfasilitasi pelajaran literasi finansial (
financial literacy) untuk para siswa sebelum lulus dan mulai bekerja. Dengan begitu, para siswa pun kemudian dibantu menyusun perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan tersebut. Tak hanya itu, Galuh bilang pihaknya juga mengajarkan prinsip-prinsip ekonomi kepada para siswa. Galuh berharap ke depan Djarum Foundation dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap ekspor jasa melalui SDM dari para lulusan SMK binaan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News