Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur BI: Bappenas Perlu Susun Rencana Jangka Panjang



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendorong Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyusun rencana pembangunan jangka menengah dan panjang yang terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Menurut Destry, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Asia. Namun, potensi tersebut perlu ditopang perencanaan pembangunan yang terarah dan tidak terfragmentasi.

“Jadi kita harus mempunyai memang suatu rencana, mungkin Pak Rachmat, Pak Menteri PPN/Bappenas, bisa membuat rencana yang jangka panjang. Jadi rencana itu tidak sepotong-potong untuk mencapai suatu sustainable growth,” ujar Destry dalam agenda Technology Innovation Invesment Forkum Danantara 2026, Senin (26/10/2026).


Baca Juga: Target Kredit Rp 400 T pada 2027, Dinilai Tak Signifikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Destry mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya manusia dan kekayaan alam yang menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pemerintah juga perlu mengantisipasi perubahan lanskap perdagangan dan investasi akibat dinamika geopolitik serta perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Destry menekankan, perubahan tersebut turut memengaruhi daya saing antarnegara. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat fondasi ekonominya agar mampu menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan peran BI. Meskipun BI memiliki mandat menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan, penciptaan pertumbuhan sektor riil serta lapangan kerja membutuhkan kontribusi seluruh pemangku kepentingan.

“Yang di belakang ini kan bukan tugas Bank Indonesia sendiri, tugas negara keseluruhan. Nah oleh karena itu, itu baru akan bisa tercapai kalau kita punya rencana jangka menengah, jangka panjang yang gede, itu kuncinya,” katanya.

Selain perencanaan jangka panjang, Destry juga menyoroti pentingnya peningkatan investasi produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.

Dalam hal ini, ia berharap, Danantara dapat berperan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dengan membuka peluang investasi baru dan mendorong keterlibatan sektor swasta.

Destry menilai, Danantara memiliki peran strategis untuk membuka peluang proyek-proyek potensial sekaligus meningkatkan kepercayaan sektor swasta agar bersedia berinvestasi bersama.

“Danantara ini akan memainkan peran yang sangat penting untuk bisa membuka, unlock proyek-proyek, kemudian beri private sector itu juga kesempatan dan confidence untuk melakukan investasi bersama,” ujarnya.

Destry berharap Indonesia kembali memperkuat industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi domestik. Menurutnya, proses industrialisasi Indonesia sempat berkembang sejak akhir 1980-an hingga awal 1990-an, tetapi kemudian kembali bergantung pada komoditas.

Karena itu, penguatan hilirisasi dan pembangunan basis manufaktur yang lebih kompetitif perlu menjadi agenda penting pembangunan ekonomi nasional.

Destry menambahkan, Indonesia perlu memperdalam rantai pasok industri agar tidak hanya mengekspor bahan mentah atau produk yang baru melalui sebagian tahapan pengolahan. Dengan begitu, potensi sumber daya alam dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

Baca Juga: Pemerintah Jamin Stok Beras Nasional Aman Hadapi Nataru

Selain itu, peningkatan produktivitas tenaga kerja, penyediaan tenaga kerja terampil, serta pemanfaatan teknologi juga diperlukan untuk membangun industri dengan nilai tambah tinggi.

Menurut Destry, berbagai agenda tersebut membutuhkan koordinasi antarpemangku kepentingan serta tahapan implementasi yang jelas, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang.

Adapun BI, lanjutnya, akan berkontribusi melalui pemeliharaan stabilitas ekonomi dan penciptaan iklim yang kondusif agar Indonesia memiliki ruang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News