KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit sebesar Rp 54,6 triliun atau 0,21% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Januari 2026. Defisit terjadi karena realisasi belanja negara lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara di awal tahun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pendapatan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun atau 5,5% dari target APBN sebesar Rp 3.153,6 triliun.
Pada Januari 2026, APBN Sudah Tekor Sebesar Rp 54,6 Triliun
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit sebesar Rp 54,6 triliun atau 0,21% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Januari 2026. Defisit terjadi karena realisasi belanja negara lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara di awal tahun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pendapatan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun atau 5,5% dari target APBN sebesar Rp 3.153,6 triliun.