Pada Tahun Ini, Sariguna Primatirta (CLEO) Alokasikan Belanja Modal Rp 300 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) melakukan sejumlah strategi agar bisa mencapai pertumbuhan kinerja CLEO. Selain strategi, CLEO juga menyiapkan belanja modal atau capex sebesar Rp 300 miliar. 

Direktur Utama CLEO Melisa Patricia Tanoko mengungkapkan, belanja modal ini dialokasikan untuk memperluas jaringan CLEO di seluruh Indonesia dengan mengembangkan lebih banyak pabrik, jaringan distribusi, serta menambah mesin baru untuk meningkatkan kapabilitas operasional. 

Rencananya, perseroan akan membangun tiga pabrik air minum baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru untuk memperkuat kinerjanya di tahun 2024. Pembangunan pabrik ini disertai dengan penambahan armada dan cabang-cabang distribusi.


"Tahun 2024 ini Perusahaan akan menambah 3 pabrik sehingga total pabrik akan menjadi 35 di akhir 2024. Perusahaan menyadari kunci dari pertumbuhan di industri AMDK adalah ketersediaan dari produk tersebut, sehingga berusaha untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat," ujar Melisa kepada KONTAN, Senin (19/2). 

Baca Juga: Begini Strategi Wahana Interfood Nusantara (COCO) Genjot Performa Bisnis Tahun 2024

Melisa menjelaskan, pembangunan pabrik baru dilakukan pada tahun ini didorong dari kinerja keuangan selama tahun 2023, di mana dari kuartal ke kuartal, penjualan dan laba CLEO mengalami peningkatan sepanjang tahun dan umumnya peningkatan tertinggi terjadi selama musim liburan, bulan Ramadhan, dan akhir tahun. 

"Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa momentum Imlek dan Ramadan 2024 juga akan menjadi pendorong pertumbuhan bagi Perusahaan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kegiatan di luar rumah selama periode ini, yang membuat CLEO siap memenuhi semua kebutuhan air minum masyarakat dengan beragam produk yang ditawarkan," sambungnya. 

Sebagai gambaran, industri air minum di Indonesia terus bertumbuh setiap tahunnya, dan ia mengklaim bahwa CLEO selalu mencapai pertumbuhan yang jauh di atas pertumbuhan industrinya.

Di tahun 2024, CLEO proyeksikan akan menjadi tahun yang penuh tantangan namun berpotensi besar bagi AMDK. Awal tahun ini diwarnai oleh pemilu, berdekatan dengan bulan puasa dan Lebaran. Namun, CLEO menilai setiap tahun sebagai peluang baru dan mampu beradaptasi dengan cepat, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di pasar. 

Selain dari segi ekspansi produk, CLEO juga  fokus pada perluasan penetrasi pasar. Saat ini, mayoritas pasar CLEO, sebanyak 80%, berada di pulau Jawa dan Bali. Perusahaan kini mulai menargetkan kota-kota di luar wilayah tersebut yang memiliki potensi besar. 

Ia menjelaskan, perluasan pabrik CLEO di luar Jawa dan Bali memberikan keuntungan strategis dengan membuka pintu ke pasar yang sebelumnya belum sepenuhnya tergarap.

Dengan merambah ke wilayah baru, perusahaan dapat memperluas cakupan geografis, mencapai konsumen yang lebih luas, dan meningkatkan ketahanan terhadap fluktuasi pasar regional. Ini secara langsung mendukung target pertumbuhan double-digit yang ditetapkan untuk pendapatan dan laba bersih perusahaan.

Baca Juga: Begini Upaya Gunung Raja Paksi (GGRP) Perkuat Pangsa Pasar Baja Domestik Tahun Ini

Ekspansi ke daerah-daerah di luar Jawa dan Bali juga membuat CLEO untuk lebih responsif terhadap preferensi dan kebutuhan konsumen setempat. Dengan memasuki pasar yang mungkin memiliki dinamika dan karakteristik berbeda, perusahaan dapat menyajikan produk-produk yang lebih sesuai dengan keinginan pelanggan di setiap wilayah. 

"Keseluruhan, perluasan pabrik CLEO menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan dan diverifikasi, memposisikan CLEO dengan kuat untuk mencapai target finansial yang ambisius, termasuk pertumbuhan double-digit secara konsisten dalam penjualan," tuturnya. 

Dari sisi kapasitas, saat ini kapasitas total minuman nasional untuk air minum kemasan dan non-kemasan di Indonesia sekitar 31 miliar liter per tahun. Sementara CLEO memiliki sekitar 5% pangsa pasar dengan produksi sekitar 1,5 miliar liter per tahun.

Dengan demikian, Perusahaan pun selalu optimis menargetkan pertumbuhan double digit per tahunnya baik secara penjualan hingga laba bersih di sepanjang 2024. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi