Pagi ini, IHSG berfluktuasi saat bursa Asia reli



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuaktif pasca kemarin melesat lebih 1%, Kamis (26/5). Mengacu data RTI, indeks dibuka terkoreksi 0,09% ke level 4.767,977 pukul 09.34 WIB.

Tercatat 77 saham bergerak turun, 116 saham bergerak naik, dan 81 saham stagnan. Di awal perdagangan ini melibatkan 891,4 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 718,5 miliar.

Lima indeks sektoral memerah, menyeret perdagangan. Sektor barang konsumsi turun 0,55%, manufaktur turun 0,36%, dan industri dasar turun 0,28%.


Sektor yang menghijau antara lain; pertambangan naik 0,47%, aneka industri naik 0,36%, dan pertambangan naik 0,13%.

Meski memerah, aksi beli asing masih mewarnai perdagangan. Di pasar reguler, net buy asing sekitar Rp 57,009 miliar dan net buy asing keseluruhan perdagangan Rp 49,8376 miliar.

Analis Asjaya Indosurya Securities Wiliam Surya Wijaya meyakini IHSG masih terus berusaha untuk menanjak naik. Jelang pergantian bulan, capital inflow di pasar saham terlihat meningkat. Selain itu jelang rilis data ekonomi bulanan yang diprediksi stabil akan membuat indeks semakin menguat.

"Support 4711 terlihat akan cukup kuat bertahan, potensi naik smakin membesar untuk dapat menggapai level resistance 4798," ujar Wiliam Surya Wijaya.

Capital inflow yang mulai meningkat khusunya jelang pergantian bulan di pekan depan akan kembali mem-booster kenaikan IHSG, ditambah dengan jika kondisi global dan regional kuat bertahan, hari ini dirinya memprediksi IHSG berpotensi menguat.

Bursa Asia berseri

Sementara itu, bursa saham Asia menguat, mengirim Indeks acuan regional menuju kenaikan dua hari terbesar lebih dari sebulan. Dipicu oleh optimisme ekonomi Amerika Serikat (AS) cukup kuat untuk meningkatkan suku bunga.

Indeks Asia Pacific Indeks naik 0,6 % pukul 09:52 pagi waktu Tokyo, menuju penutupan tertinggi sejak indeks 11 Mei. Indeks Topix naik 0,6 % di Jepang.

Indeks Kospi di Seoul naik 0,3 % bersama dengan indeks S & P / NZX 50 Selandia Baru. Sementara, indeks Australia S & P / ASX 200 berfluktuasi.

Komentar hawkish dari petinggi The Fed pasca risalah pertemuan kebijakan pekan lalu, bersama dengan peningkatkan angka ekonomi, menimbulkan spekulasi bahwa bank sentral dapat meningkatkan suku bunga sesegera mungkin.

Gubernur The Fed Janet Yellen dijadwalkan untuk berbicara di Harvard pada hari Jumat, setelah penutupan pasar Asia dan Eropa. “Pasar sekarang lebih menerima kenaikan tarif AS,” kata Mitsushige Akino, pejabat eksekutif Ichiyoshi Asset Management Co di Tokyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto