Pajak Kekayaan Miliarder Mengancam, Meta Bikin Skema Khusus untuk Zuckerberg



KONTAN.CO.ID - Meta Platforms menyiapkan skema saham khusus untuk mempertahankan Mark Zuckerberg sebagai CEO sekaligus memastikan pendiri Facebook tersebut tetap tinggal di California, Amerika Serikat (AS).

Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran Zuckerberg terhadap potensi penerapan pajak kekayaan miliarder di negara bagian tersebut.

Berdasarkan kesepakatan yang diumumkan Meta pada Rabu (21/10/2026), Zuckerberg akan menerima saham tanpa hak suara yang dapat dijual untuk membayar potensi kewajiban pajak hingga miliaran dollar AS apabila usulan pajak kekayaan tersebut disetujui pemilih California.


Baca Juga: Harga CPO Diprediksi Bertahan di Atas US$ 1.128 per Ton pada November 2026

Sebagai imbalannya, Zuckerberg berkomitmen untuk tetap menjadi penduduk California, atau negara bagian tempat Meta berkantor pusat, selama delapan tahun.

Zuckerberg sebelumnya menyampaikan kepada Meta bahwa dirinya mempertimbangkan untuk memindahkan tempat tinggal utamanya ke luar California.

Kekhawatiran itu muncul karena Proposition 40, yang dijuluki California Wealth Tax, berpotensi menimbulkan beban pajak besar bagi miliarder di negara bagian tersebut.

Proposal itu meminta warga California menyetujui pajak satu kali sebesar 5% terhadap kekayaan para miliarder.

Meski demikian, peluang pengesahannya masih belum pasti. California diperkirakan menjadi tempat tinggal bagi hingga 250 miliarder dengan total kekayaan lebih dari US$ 2 triliun.

Mengutip Forbes, Zuckerberg merupakan orang terkaya keenam di dunia dengan kekayaan bersih sekitar US$ 240 miliar.

Baca Juga: Peretas China Diduga Bobol ConnectWise, Sektor Keuangan hingga Energi Dibidik

Skema saham baru tersebut memungkinkan Zuckerberg memenuhi potensi kewajiban pajaknya tanpa kehilangan kendali suara atas perusahaan.

Meta menyatakan Zuckerberg dapat langsung menjual 20% dari saham Kelas C yang diterimanya. Jumlah tersebut setara dengan 10% dari keseluruhan kepemilikan ekonominya di perusahaan.

Perusahaan induk Facebook dan Instagram itu juga berencana menerbitkan saham biasa Kelas C tanpa hak suara mulai Januari 2027.

Penerbitan saham tersebut secara efektif menghasilkan pemecahan saham dengan rasio dua banding satu.

Meta menyebut saham baru itu akan digunakan untuk mendukung akuisisi dan mempertahankan talenta utama, sekaligus menjaga kendali Zuckerberg atas perusahaan.

Langkah tersebut berlangsung ketika Meta menghadapi kebutuhan pendanaan besar untuk mempercepat ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Meta Digugat di Australia, Facebook dan Instagram Dituding Bikin Anak Kecanduan

Dalam proyeksi jangka panjang yang diungkapkan perusahaan, Meta diperkirakan perlu menghimpun dana hingga ratusan miliar dollar AS selama beberapa tahun, bahkan berpotensi dimulai pada musim gugur 2026.

Komite khusus dewan direksi Meta menilai keberadaan Zuckerberg dalam posisi kepemimpinan sangat penting, terutama di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat akibat perkembangan AI.

Komite tersebut juga menekankan pentingnya Zuckerberg tetap mengelola perusahaan dari kantor pusatnya di California.

Kesepakatan ini menunjukkan bahwa kebijakan pajak terhadap kelompok superkaya berpotensi memengaruhi keputusan tempat tinggal para miliarder sekaligus strategi perusahaan teknologi dalam mempertahankan pemimpin utamanya.

Namun, dampak akhirnya masih bergantung pada hasil pemungutan suara atas Proposition 40.

Baca Juga: Bursa Australia Anjlok Kamis (22/10), Saham Bank dan Tambang Menekan ASX 200