KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) memastikan tidak akan mengeluarkan kebijakan yang besar pada tahun ini. Sebab, pemerintah ingin menjaga momentum ekonomi. “Tahun ini tidak ada kebijakan besar yang akan kami keluarkan, kami fokus ke pengelolaan dan pemanfaatan data, termasuk yang sudah kami dapat dari tax amnesty,” kata Yon Arsal, Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Ditjen Pajak dalam diskusi publik mengenai optimalisasi penerimaan perpajakan di Jakarta, Senin (5/14). Meski begitu, kata Yon, Ditjen Pajak tahun ini memiliki target yang tumbuh besar, yakni 24%, yang perlu dikejar. Menurutnya, penerimaan pajak yang sedang dalam tren pertumbuhan double digit sepanjang empat bulan terakhir belum cukup memadai sehingga perlu dijaga konsistensinya.
“Tantangan kami bagaimana angka bulan ke bulan meningkat sehingga memberikan dampak positif juga bagi ekonomi keseluruhan,” ucap Yon. Asal tahu saja, hasil kajian Center of Reform on Economics (CORE) pada April lalu menunjukkan, pemulihan daya beli masyarakat berjalan lambat akibat kebijakan pemerintah yang tak berimbang. "Pemerintah cenderung meningkatkan daya beli di masyarakat bawah melalui percepatan dan peningkatan penyaluran bantuan sosial, sedangkan di masyarakat (berpendapatan) menengah bawah tidak disentuh," kata Muhammad Faisal, Direktur CORE.