Pakai Dana JETP, Pemerintah Tawarkan Industri Smelter Beralih ke Pembangkit EBT



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membuka opsi penggunaan dana Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk mendorong peralihan pembangkit pada proyek-proyek hilirisasi mineral atau smelter.Nantinya, para pelaku usaha yang sedang atau berencana membangun pembangkit untuk sumber energi smelter akan didorong beralih menggunakan pembangkit EBT.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengungkapkan, selain untuk mendorong pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), JETP juga bakal digunakan untuk mendorong penggunaan energi bersih pada proyek smelter.

"Itu yang akan coba kita tawarkan ke International Partner Group (IPG), untuk menggeser (pembangkit) yang sedang direncanakan dibangun (misalnya) PLTU," kata Dadan dalam Economic Outlook 2023, Selasa (14/2).


Dadan menjelaskan, ada tiga syarat yang akan diutamakan dalam pergantian pembangkit ini. Ketiga syarat tersebut antara lain, pembangkit energi bersih yang ditawarkan memiliki kehandalan yang sama atau lebih baik, keekonomiannya sama serta waktu pelaksanaan proyek pembangkit sesuai dengan proyek smelter yang tengah dibangun.

Baca Juga: RUU EBET Ditargetkan Rampung September 2023

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Dadan menegaskan pemerintah sudah memiliki daftar pembangkit yan bisa ditawarkan untuk beralih menggunakan skema ini. Meski demikian, Dadan belum bisa membeberkan lebih jauh detail proyek-proyek tersebut.

"Tapi yang jelas banyak potensinya di situ," tegas Dadan.

Dadan melanjutkan, pihaknya juga sudah melakukan pembahasan awal dengan sejumlah pelaku usaha yang memiliki proyek pembangkit untuk smelter. Dari pembicaraan tersebut, sejumlah pelaku usaha menyatakan minat untuk memanfaatkan skema tersebut.

"Beberapa jawabnya mau saja sepanjang harganya sama. Ya (justru) aneh kalau tidak mau kan harganya sama, keekonomian sama, keandalannya sama dan lebih bersih," pungkas Dadan.

Asal tahu saja, melalui skema pendanaan transisi energi tersebut, Indonesia bersama beberapa mitra bakal memobilisasi dana US$ 20 miliar dalam waktu 3-5 tahun ke depan untuk mendukung transisi energi bersih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi