KONTAN.CO.ID - Jakarta, 21 Februari 2026 - Keluhan masyarakat kehilangan dana setelah tanpa sadar mengeklik link palsu perbankan atau phishing, mencuat di media sosial. Jebakan link palsu itu, kemudian membuat nasabah membagikan data rahasia bank miliknya, yang menjadi jalan bagi pelaku menguras saldo milik nasabah. Dosen Psikologi Media Universitas Indonesia (UI), Laras Sekarasih menyampaikan, maraknya penipuan dengan modus phishing dapat terjadi karena pelaku kerap menyasar kelemahan psikologis korban. Jadi celah kejahatan itu bukan semata-mata akibat adanya kesempatan dan celah teknologi di industri jasa keuangan, khususnya perbankan. “Mungkin kemajuan teknologi juga mempermudah pelaku melancarkan aksi. Tetapi, di sini yang dieksploitasi adalah keterbatasan kognitif atau kemampuan berpikir nasabah maupun konsumen. Di sini bukan keterbatasan IQ tetapi bagaimana kita memproses informasi itu tidak optimal ketika (dalam kondisi) tertekan,” kata Laras ketika dihubungi, Jumat (20/2/2026).
Pakar IT: Iklan di Mesin Pencarian jadi Sarana Penipu Tebar Link Phishing
KONTAN.CO.ID - Jakarta, 21 Februari 2026 - Keluhan masyarakat kehilangan dana setelah tanpa sadar mengeklik link palsu perbankan atau phishing, mencuat di media sosial. Jebakan link palsu itu, kemudian membuat nasabah membagikan data rahasia bank miliknya, yang menjadi jalan bagi pelaku menguras saldo milik nasabah. Dosen Psikologi Media Universitas Indonesia (UI), Laras Sekarasih menyampaikan, maraknya penipuan dengan modus phishing dapat terjadi karena pelaku kerap menyasar kelemahan psikologis korban. Jadi celah kejahatan itu bukan semata-mata akibat adanya kesempatan dan celah teknologi di industri jasa keuangan, khususnya perbankan. “Mungkin kemajuan teknologi juga mempermudah pelaku melancarkan aksi. Tetapi, di sini yang dieksploitasi adalah keterbatasan kognitif atau kemampuan berpikir nasabah maupun konsumen. Di sini bukan keterbatasan IQ tetapi bagaimana kita memproses informasi itu tidak optimal ketika (dalam kondisi) tertekan,” kata Laras ketika dihubungi, Jumat (20/2/2026).