KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Otoritas terkemuka pengobatan tradisional China mengatakan, China harus mengubah nama resminya untuk Covid-19. Hal ini ditujukan untuk mencerminkan mutasi virus. Selain itu, pasien dengan gejala ringan harus diizinkan untuk karantina di rumah. Mengutip Reuters, Gu Xiaohong mengatakan kepada surat kabar Beijing Daily yang dikelola pemerintah bahwa nama China virus corona, yang mengidentifikasinya sebagai penyakit penyebab pneumonia, harus diubah untuk menyebutnya hanya sebagai virus menular. Pendekatan China terhadap Covid-19 -yang menekankan pengujian luas dan karantina kasus positif di fasilitas khusus- harus diubah dari "deteksi pasif" menjadi "pencegahan aktif", dengan pemulihan di rumah untuk kasus ringan.
Pakar medis China Bilang Nama Covid-19 Harus Diganti, Mengapa?
KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Otoritas terkemuka pengobatan tradisional China mengatakan, China harus mengubah nama resminya untuk Covid-19. Hal ini ditujukan untuk mencerminkan mutasi virus. Selain itu, pasien dengan gejala ringan harus diizinkan untuk karantina di rumah. Mengutip Reuters, Gu Xiaohong mengatakan kepada surat kabar Beijing Daily yang dikelola pemerintah bahwa nama China virus corona, yang mengidentifikasinya sebagai penyakit penyebab pneumonia, harus diubah untuk menyebutnya hanya sebagai virus menular. Pendekatan China terhadap Covid-19 -yang menekankan pengujian luas dan karantina kasus positif di fasilitas khusus- harus diubah dari "deteksi pasif" menjadi "pencegahan aktif", dengan pemulihan di rumah untuk kasus ringan.